Rusaki Kebun Warga, Petani di Aceh Timur Minta Pemerintah Bertindak Soal Kawanan Gajah Liar

KOALISI.co - Petani Aceh Timur meminta kepada Pemerintah agar bertindak soal kawanan gajah liar yang telah meresahkan warga di sejumlah Desa di Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.
Sebelumnya, kawanan gajah liar telah mengobrak-abrik kebun milik warga di Desa Jambo Reuhat, dan Desa Blang Rambo. Pengerusakan kebun tersebut terjadi berulangkali.
Petani sawit, Nurdin kepada KOALSI.co, Kamis (5/2/2023) mengatakan, pihak BKSDA Langsa, dan Forum Konservasi Lingkungan (FKL) memberikan mercon untuk menakut-nakuti gajah.
Baca Juga: Gajah Liar Mengamuk Rusaki Dua Rumah Warga di Bener Meriah
"Untuk melakukan penggiringan gajah menggunakan mercon sudah tentu bukan sebuah keberhasilan. Sebab, gajah liar itu sudah tidak percaya lagi dengan ledakan mercon," kata Nurdin saat dihubungi.
Dimana, lanjut Nurdin, setelah mendapatkan mercon dan menakut-nakuti kawanan gajah liar, para petani terpaksa menginap di kebun masing-masing karena GPS pada gajah liar telah rusak.
"Kami terpaksa menginap untuk menakut-nakuti gajah, sebab kata orang FKL, GPS yang berada pada kawanan gajah liar sudah rusak. Kami minta tolong GPS yang rusak agar segara di perbaiki, agar mudah terpantau juga," pintanya.
Baca Juga: Seekor Gajah Jinak Ditemukan Mati di CRU Aceh Timur, Ini Kata Kapolres
Kemudian, Nurdin berharap kepada Pemerintah Daerah agar segera bertindak dan diminta juga segera melakukan penerapan kawat kontak agar gajah-gajah tersebut tidak kembali ke kebun mereka.
“Selain itu, untuk pohon sawit kami yang telah di rusak oleh gajah liar itu. Meminta kepada Pemerintah beri kami biaya agar dapat menanam kembali,” keluhnya.




Komentar