Tugu Kupiah Meuketop Meulaboh Jadi Ikon Wisata dan Simbol Sejarah Aceh Barat
KOALISI.co - Berdiri megah di pusat Kota Meulaboh, Tugu Kupiah Meuketop tidak hanya menjadi penanda ruang kota, tetapi juga simbol kuat identitas budaya dan sejarah masyarakat Aceh Barat. Keberadaannya kini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang wajib dikunjungi oleh wisatawan.
Kupiah meuketop merupakan penutup kepala tradisional khas Aceh yang sarat makna. Dalam sejarah, kupiah ini identik dengan kepemimpinan, keberanian, serta kewibawaan para tokoh Aceh. Salah satu tokoh yang lekat dengan simbol ini adalah pahlawan nasional Teuku Umar, yang dikenal gigih melawan penjajah hingga gugur sebagai syuhada.
Tugu Kupiah Meuketop dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya tersebut sekaligus mengenang perjuangan Teuku Umar. Dengan desain yang mencolok dan artistik, monumen ini menjadi daya tarik visual yang kuat bagi siapa saja yang melintas di kawasan pusat kota Meulaboh.
Baca Juga: Tradisi Kue Keukarah Aceh Barat Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern
Duta Wisata Kabupaten Aceh Barat, Puja Rahma Kusumaningrum, mengatakan bahwa tugu ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi memiliki nilai historis dan budaya yang sangat penting bagi masyarakat.
“Tugu Kupiah Meuketop adalah simbol identitas masyarakat Aceh Barat. Ini bukan hanya monumen, tetapi representasi dari sejarah, keberanian, dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu,” ujarnya, kepada KOALISI.co, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, keberadaan tugu ini menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kembali sejarah lokal kepada generasi muda, terutama di tengah arus modernisasi yang semakin cepat.
“Generasi muda perlu mengetahui bahwa kupiah meuketop bukan sekadar atribut budaya, tetapi memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan kepemimpinan dan perjuangan,” katanya.
Letaknya yang strategis di pusat kota membuat Tugu Kupiah Meuketop mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan. Hal ini turut mendorong meningkatnya kunjungan ke kawasan tersebut, baik untuk tujuan wisata maupun aktivitas sosial.
Seiring berjalannya waktu, fungsi tugu ini juga mengalami perkembangan. Tidak hanya sebagai simbol sejarah, kawasan di sekitarnya kini telah menjadi ruang publik yang hidup dan dinamis. Masyarakat memanfaatkan area ini untuk bersantai, berkumpul, hingga berolahraga ringan.
Baca Juga: Alquran Wangi 700 Tahun di Aceh Barat, Warisan Religi yang Sarat Sejarah dan Misteri
Pada sore hingga malam hari, suasana di sekitar tugu semakin ramai. Lampu-lampu yang menghiasi monumen menciptakan tampilan yang menarik dan estetik, menjadikannya latar favorit untuk berfoto. Anak-anak muda menjadikan tempat ini sebagai titik kumpul, sementara wisatawan menjadikannya sebagai destinasi wajib saat berkunjung ke Aceh Barat.
Puja Rahma Kusumaningrum menilai bahwa keberadaan Tugu Kupiah Meuketop memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata daerah.
“Tempat ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kota. Selain mudah dijangkau, nilai sejarah yang dimilikinya juga menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah dan masyarakat perlu terus menjaga kebersihan dan keindahan kawasan tersebut agar tetap nyaman bagi pengunjung.
“Perawatan dan pengelolaan yang baik akan membuat kawasan ini semakin menarik dan mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya,” katanya.
Lebih jauh, Puja menekankan pentingnya mengintegrasikan unsur budaya dalam pengembangan pariwisata. Menurutnya, identitas lokal seperti kupiah meuketop harus terus diangkat sebagai ciri khas daerah.
Baca Juga: Motif Bungong Ue, Identitas Kain Khas Sabang yang Sarat Makna Budaya Pesisir
“Pariwisata tidak hanya tentang tempat, tetapi juga tentang cerita dan identitas. Tugu ini menjadi salah satu media untuk menyampaikan cerita itu kepada dunia,” ujarnya.
Keberadaan Tugu Kupiah Meuketop menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya tidak harus tersimpan dalam buku sejarah semata. Ia dapat hadir di ruang publik, hidup berdampingan dengan masyarakat, dan terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.
Di tengah derasnya arus modernisasi, Aceh Barat menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan perkembangan zaman. Tugu Kupiah Meuketop menjadi simbol bahwa akar budaya tetap dijaga, sekaligus dikemas menjadi daya tarik wisata yang relevan dan menarik.
Baca Juga: Rujak Kak Eti di Titik Nol Kilometer Sabang, Sensasi Boh Meria yang Legendaris
Kini, tugu tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi wajah Aceh Barat yang siap menyambut wisatawan dari berbagai daerah. Dengan perpaduan antara nilai sejarah, estetika, dan fungsi ruang publik, Tugu Kupiah Meuketop terus memperkuat posisinya sebagai ikon wisata yang berdaya tarik tinggi di Meulaboh.

