1. Beranda
  2. Ekonomi

UMKM Aceh Cetak Rekor di KKI 2026, Penjualan dan Ekspor Tembus Rp7,98 Miliar

Oleh ,

KOALISI.co – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Aceh mencatat capaian membanggakan dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Total penjualan dan realisasi ekspor UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Aceh mencapai Rp7,98 miliar atau meningkat sekitar 400 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang keikutsertaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh dalam KKI. Tahun ini, Aceh mendapat ruang lebih luas untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah, mulai dari wastra, fesyen, kriya hingga kopi ke pasar nasional dan global.

Plh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, mengatakan KKI 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapasitas dan memperluas akses pasar UMKM Aceh.

Baca Juga: Bank Indonesia Bawa 47 UMKM Aceh ke KKI 2026, Transaksi Tembus Rp1 Miliar

“KKI 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan dan perluasan akses pasar UMKM Aceh. Melalui sinergi berbagai pihak, kita terus mendorong UMKM untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat kualitas produk, serta meningkatkan daya saing,” ujar Hertha Bastiawan, dalam keterangan, Kamis (27/8/2026).

Dalam KKI 2026 yang mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, UMKM binaan Bank Indonesia Aceh mencatat transaksi luring sebesar Rp626,70 juta.

Sementara itu, penjualan melalui kanal daring mencapai Rp2,86 miliar. Adapun realisasi ekspor tercatat sebesar Rp4,50 miliar. Jika digabungkan, nilai penjualan dan ekspor UMKM Aceh mencapai Rp7,98 miliar.

Baca Juga: Bank Indonesia Hadirkan 47 UMKM Aceh di KKI 2026, Beudaya Meusare SareJadi Tema

Menurut Hertha, capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang produk UMKM Aceh untuk menembus pasar yang lebih luas. Digitalisasi, peningkatan kualitas, inovasi produk, penguatan merek, serta akses terhadap pasar ekspor dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM.

“Capaian ini menunjukkan bahwa produk unggulan Aceh semakin memiliki daya saing, baik di pasar domestik maupun global. Wastra, fesyen, kriya dan kopi Aceh tidak hanya membawa identitas budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang besar untuk terus dikembangkan,” katanya.

Prestasi UMKM Aceh juga terlihat dari sejumlah penghargaan dalam KKI 2026. Werkin Tandem berhasil meraih predikat UMKM dengan Transaksi Terbanyak pada Area Rupa Kini. Sementara PT Melaya Kopi menjadi UMKM dengan Transaksi Terbanyak pada kategori Pesona Kopi Nusantara KKI Online.

Baca Juga: Bank Indonesia Aceh Gandeng Solusi Bangun Andalas Kelola Limbah Uang Rupiah Jadi Energi Ramah Lingkungan

Hertha menambahkan, Bank Indonesia Provinsi Aceh akan terus memperkuat pembinaan UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, inovasi dan kualitas produk, digitalisasi, perluasan akses pasar dan pembiayaan, hingga fasilitasi menuju pasar ekspor.

Upaya tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, komunitas dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Sinergi akan terus kita perkuat untuk membangun ekosistem UMKM Aceh yang semakin terintegrasi, inklusif dan berkelanjutan,” ujar Hertha.

Dengan capaian Rp7,98 miliar pada KKI 2026, UMKM Aceh semakin menunjukkan bahwa produk berbasis kekayaan lokal memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi komoditas unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga pasar global.

Baca Juga