1. Beranda
  2. News

Update: Angin Kencang Rusak 58 Huntara di Langkahan Aceh Utara

Oleh ,

KOALISI.co - Jumlah hunian sementara (huntara) yang rusak akibat hujan lebat disertai angin kencang di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, bertambah.

Pendataan terbaru, tercatat sebanyak 58 unit huntara mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Sebelumnya, KOALISI.co memberitakan bahwa hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Selasa (2/6/2026) mengakibatkan 35 huntara yang dihuni penyintas banjir mengalami kerusakan.

Baca Juga: Angin Kencang, 35 Huntara di Langkahan Aceh Utara Rusak

Akibat kejadian itu, sejumlah warga kembali kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Camat Langkahan, Teuku Reza Ichwan, mengatakan jumlah kerusakan yang sebelumnya dilaporkan sebanyak 35 unit kini bertambah menjadi 58 unit setelah dilakukan pendataan lanjutan.

"Kerusakan rumah hunian sementara melalui program bantuan BNPB bertambah setelah dilakukan pendataan di lapangan," ujar Teuku Reza Ichwan kepada KOALISI.co.

Baca Juga: 300 Petani di Langkahan Terima Program Dukungan Pemulihan Kebun Pascabencana

Berdasarkan data terbaru, kerusakan terbanyak terjadi di Desa Rumoh Rayeuk. Sebanyak 36 unit huntara terdampak, dengan rincian 11 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 5 unit rusak ringan.

Sementara itu, di Desa Langkahan, angin kencang menyebabkan 5 unit huntara mengalami kerusakan berat.

Kerusakan juga terjadi di Desa Buket Linteung. Sebanyak 7 unit huntara program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (KemenPU) dilaporkan rusak.

Baca Juga: Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Ara Kundo Langkahan

Selain itu, sebuah mushala di desa tersebut turut terdampak akibat terjangan angin kencang.

Di Desa Geudumbak, sebanyak 10 unit huntara program Insitu juga mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut.

"Total kerusakan akibat peristiwa ini mencapai 58 unit huntara. Saat ini warga masih mengungsi di rumah kerabat, tetangga, maupun tempat-tempat yang dianggap lebih aman," pungkas Teuku Reza.

Baca Juga