1. Beranda
  2. News

YDSF Gelar Pelatihan bagi Lima Dayah di Aceh

Oleh ,

KOALISI.co - LAZ Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF) Jawa Timur menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Tata Kelola dan Manajemen Dayah di Aula Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen, Aceh, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemulihan (recovery) pascabencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera beberapa waktu lalu.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas tata kelola dan manajemen lembaga pendidikan dayah agar mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih baik, profesional, serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk risiko bencana.

Baca Juga: Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Bangun 1.000 Rumah Huntap untuk Korban Bencana Aceh

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Program YDSF, Imron Wahyudi, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, H. Muzakkir Zulkifli, Koordinator Dayah Aceh, Adriansyah, serta Direktur Eksekutif Yayasan Aceh Hijau, Syarifah Marlina Almazhir.

Direktur Eksekutif Yayasan Aceh Hijau, Syarifah Marlina Almazhir, melalui Program Manager, Maulina Sari mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung proses pemulihan sekaligus penguatan kelembagaan dayah di Aceh.

Maulina menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Dayah Aman, Sehat, dan Tangguh yang melibatkan lima dayah dari empat kabupaten di Aceh.

Baca Juga: Gandeng CFLI, Yayasan Geutanyoe Bantu Kelompok Rentan di Aceh Utara

Kelima lembaga pendidikan yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Balai Pengajian Babul Maghfirah Al-Aziziyah dari Kabupaten Pidie Jaya, Dayah Asy Syafi'iyah dari Kabupaten Bireuen, Dayah Darul Muta'allimin dan Dayah Bustanul Hidayati dari Kabupaten Aceh Utara, serta Dayah Istiqamatuddin Sa'adatul Muarrif Serambi Aceh dari Kabupaten Aceh Timur.

Masing-masing dayah mengirimkan tiga orang perwakilan sebagai peserta.

Maulina mengatakan, seluruh dayah yang mengikuti program ini merupakan hasil asesmen yang menunjukkan bahwa lembaga tersebut belum memiliki izin operasional.

Baca Juga: Yayasan Geutanyoe dan Harbour Energy Tanam 2.000 Mangrove di Aceh Utara

Karena itu, salah satu fokus utama pelatihan adalah memberikan pemahaman mengenai tata kelola kelembagaan sekaligus pendampingan terkait proses perizinan operasional dayah.

"Setelah kegiatan ini selesai, kami berharap seluruh peserta memiliki kapasitas dan pemahaman yang memadai mengenai tata kelola kelembagaan, termasuk proses pengurusan izin operasional dayah, sehingga dapat memenuhi ketentuan yang berlaku dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan," pungkas Maulina.

Baca Juga