BYTRA Distribusi 1.800 Bibit untuk Rehabilitasi Kebun Terdampak Bencana di Langkahan

KOALISI.co - Bina Rakyat Sejahtera (BYTRA) Aceh mendistribusikan sebanyak 1.800 bibit kelapa sawit kepada petani terdampak bencana di Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (27/6/2026).
Direktur BYTRA Aceh, Muhadi, melalui Program Manager BYTRA, Rahmad, mengatakan bahwa distribusi bibit sawit tersebut didukungan oleh Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dan Forum Konservasi Leuser (FKL).
Rahmad menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya rehabilitasi lahan perkebunan sawit milik petani yang sebelumnya rusak akibat bencana untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
“Program ini merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya kami juga memberikan dukungan pembersihan kebun bagi sekitar 300 petani terdampak,” kata Rahmad kepada KOALISI.co, Minggu (28/6/2026).
Baca Juga: 300 Petani di Langkahan Terima Program Dukungan Pemulihan Kebun Pascabencana
Dikatakan Rahmad, sebanyak 70 lebih petani menerima bantuan bibit setelah melalui proses verifikasi oleh tim lapangan guna memastikan lahan sawit mereka benar-benar mengalami kerusakan akibat bencana.
Para penerima bantuan juga dipastikan telah menyiapkan lahan dan membuat lubang tanam di sekitar pohon sawit yang rusak, sehingga bibit yang diterima dapat segera ditanam.

“Jadi, tidak mengganti komoditas perkebunan lain seperti pinang dan kakao menjadi sawit. Tapi lahan sawit sebelumnya rusak akibat bencana yang dibantu,” jelas Rahmad.
Selain diberikan kepada petani secara individu, sebagian bibit juga dialokasikan untuk kepentingan umum, seperti kebun milik masjid, balai pengajian, dan fasilitas umum lainnya.
“Bibit yang didistribusikan merupakan bibit unggul bersertifikat jenis Tenera sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang baik bagi masyarakat di masa mendatang,” ujarnya.
Baca Juga: IDH Bersama BYTRA Aceh Salurkan Paket Ramadan di Langkahan
Ia menjelaskan, pendistribusian bibit dilakukan dengan sistem pengantaran langsung ke tiga titik yang telah ditentukan, yakni satu titik di Dusun Pateng dan dua titik di Dusun Teungeh.

Selanjutnya, pemerintah gampong bersama perangkat terkait mendistribusikan bibit kepada masing-masing petani penerima manfaat.
“Setelah bibit tiba di lokasi, pihak desa membantu pembagian kepada para petani untuk kemudian langsung ditanam pada lubang yang telah disiapkan sebelumnya,” jelas Rahmad.
Rahmad berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi salah satu langkah pemulihan ekonomi warga yang terdampak bencana.
“Harapan kami, bantuan ini tidak hanya membantu pemulihan lahan perkebunan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang perekonomian masyarakat di masa yang akan datang,” katanya.
Baca Juga: Bappenas dan USAID ke Aceh Utara, Ini Agendanya
Sementara itu, salah seorang penerima bantuan, Muktar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IDH, FKL, dan BYTRA Aceh atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Buket Linteung.
“Program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama bagi warga yang kehilangan sumber penghasilan akibat kerusakan lahan perkebunan pascabencana,” ungkapnya.
Muktar menilai bantuan tersebut memberikan harapan bagi masyarakat untuk kembali membangun sumber mata pencaharian mereka.
Meski belum dapat menjangkau seluruh warga terdampak, ia mengapresiasi proses penyaluran yang dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan kondisi kebutuhan di lapangan.
“Memang bantuan ini belum bisa menjangkau semua warga yang terdampak, tetapi kami bersyukur karena program ini sudah membantu sebagian masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Semoga ke depan ada program lanjutan sehingga lebih banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya,” pungkas Muktar.




Komentar