Operasi Pencarian Muhammad Ilham di Air Terjun Tujuh Bidadari Resmi Dihentikan

KOALISI.co – Operasi pencarian terhadap Muhammad Ilham (16), salah satu dari dua remaja asal Desa Meunasah Rayeuk LB, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, yang dilaporkan hilang saat berwisata ke Air Terjun Tujuh Bidadari, Kecamatan Geureudong Pasee, resmi dihentikan.
Penghentian operasi pencarian dilakukan setelah tim gabungan melaksanakan pencarian sesuai prosedur operasi standar (SOP) yang berlaku. Informasi tersebut disampaikan Komandan Satgas SAR Aceh Utara, Reza Asmara, kepada KOALISI.co, Selasa (30/6/2026).
Sebelumnya, Muhammad Ilham bersama rekannya, Muhammad Dzuhdi (19), dilaporkan hilang usai berkunjung ke kawasan wisata Air Terjun Tujuh Bidadari pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Baca Juga: Remaja Hilang di Air Terjun Tujuh Bidadari Ditemukan Meninggal, Tim SAR Masih Cari Satu Korban
Sejak laporan diterima, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Tim SAR, BPBD, TNI, Polri, serta masyarakat setempat melakukan operasi pencarian secara intensif di sekitar lokasi hilangnya kedua remaja tersebut. Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai, kawasan hutan, hingga lokasi-lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan korban.
Pada Jumat, 26 Juni 2026, tim gabungan berhasil menemukan salah satu korban, Muhammad Dzuhdi (19), dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Krueng Suak, sekitar 200 meter dari jalur menuju kawasan wisata Air Terjun Tujuh Bidadari.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, pencarian terhadap Muhammad Ilham terus dilanjutkan hingga hari ke-10 dengan memperluas area penyisiran ke sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban.
Namun, hingga batas waktu operasi pencarian berakhir, korban belum berhasil ditemukan.
"Benar, operasi pencarian korban resmi dihentikan pada Senin, 29 Juni 2026 pukul 20.30 WIB. Penghentian dilakukan berdasarkan SOP yang berlaku setelah masa aktif pencarian dilaksanakan selama tujuh hari dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban," ujar Reza Asmara.
Baca Juga: Kasus Rudapaksa Anak Kandung di Aceh Utara Masuk Tahap Penuntutan
Menurut Reza, keputusan penghentian operasi diambil berdasarkan hasil rapat evaluasi yang melibatkan Basarnas, keluarga korban, unsur TNI, Polri, BPBD, serta pemerintah setempat.
Ia menjelaskan, selama proses pencarian, tim telah melakukan penyisiran hingga ke arah waduk dan sejumlah titik lain yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
"Muhammad Ilham tidak ditemukan. Ada kemungkinan korban tidak berada di lokasi yang sama dengan korban pertama. Tim telah melakukan penyisiran hingga ke arah waduk, namun korban tetap belum ditemukan sehingga operasi resmi dihentikan," jelasnya.
Meski operasi pencarian telah dihentikan, Reza memastikan pihak Basarnas dan instansi terkait masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan di lapangan.
Ia juga menyampaikan bahwa keluarga korban telah memahami keputusan penghentian operasi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami tetap melakukan pemantauan. Apabila masyarakat menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban, diharapkan segera melaporkan kepada Basarnas, BPBD, TNI, Polri, maupun instansi terkait agar proses evakuasi dapat segera dilakukan," tutup Reza Asmara.




Komentar