800 Tahun Samudera Pasee, Isa Azis Dorong UMKM Paya Bakong Naik Kelas

Kecamatan Paya Bakong tampil di Milad 800 Tahun Samudera Pasee — mengangkat produk lokal, memperkuat UMKM, dan menjaga kekompakan masyarakat.

KOALISI.co — Delapan abad Samudera Pasee bukan sekadar angka dalam catatan sejarah. Momentum peringatan 800 tahun Samudera Pasee di Kabupaten Aceh Utara juga menjadi ruang nyata untuk memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mengangkat potensi ekonomi lokal.

Hal itu terlihat jelas dari kehadiran stan Kecamatan Paya Bakong dalam rangkaian peringatan bersejarah ini, Minggu (13/9/2026). Beragam produk masyarakat ditampilkan, mulai dari Mie Aceh Bang Baneng, produk UMKM Raga, madu, aneka kerajinan, hingga ikan salee Keureuling khas kawasan Krueng Keureutoe, Paya Bakong.

Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Utara, T. Muhammad Isa Azis, S.E., yang merupakan putra asli Paya Bakong, turut memberikan perhatian dan apresiasi terhadap kehadiran stan tersebut.

Baca juga: Buka Aceh Culinary Festival 2026, Plt. Sekda: Kuliner Merupakan Bagian dari Identitas Aceh

Menurut Isa, kehadiran berbagai produk lokal dalam momentum besar seperti ini bukan sekadar pelengkap kegiatan. Di balik produk-produk tersebut tersimpan kerja keras masyarakat, keterampilan yang diwariskan turun-temurun, serta potensi ekonomi yang masih luas untuk dikembangkan.

"Momentum seperti ini harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk dan potensi daerahnya. UMKM jangan hanya menjadi pelengkap kegiatan, tetapi harus menjadi bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat," ujar Isa Azis.

Sejarah Harus Memberi Manfaat Nyata

Sebagai putra asli Paya Bakong, Isa melihat peringatan 800 tahun Samudera Pasee dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Sejarah, menurutnya, tidak cukup hanya dikenang melalui seremoni. Nilai sejarah harus mampu memberikan manfaat nyata bagi generasi saat ini, salah satunya melalui penguatan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Sekretariat Baitul Mal Aceh Utara Meriahkan Milad Samudera Pasai ke 800

Ia mencontohkan ikan salee Keureuling dari kawasan Krueng Keureutoe Paya Bakong. Produk tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa identitas dan cerita tentang kekayaan potensi masyarakat setempat. Hal yang sama berlaku untuk Mie Aceh, madu, kerajinan, dan berbagai produk UMKM lainnya. Meski sebagian besar berangkat dari usaha berskala kecil, keberadaannya memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat.

"Delapan ratus tahun sejarah harus menjadi inspirasi bagi kita untuk membangun masa depan. Apa yang kita miliki hari ini harus terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas," katanya.

Apresiasi Dukungan & Kolaborasi

Dalam kesempatan tersebut, Isa Azis juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, atas dukungan terhadap masyarakat Paya Bakong. Ia menegaskan pembangunan masyarakat akan semakin kuat apabila dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, dan seluruh elemen masyarakat.

Baca juga:Warisan Leluhur dari Buloh, Alee Tunjang Meriahkan Milad Samudra Pasai ke-800

Sejumlah tokoh Paya Bakong juga turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sofyan Ismail (Chombet), Panglima Muda Daerah III Tgk. Syiek Paya Bakong di bawah struktur KPA Wilayah Samudera Pasee, serta Muhammad Chalis, Komisaris PT Bina Usaha (Perseroda), dan tokoh masyarakat lainnya.

"Pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku UMKM dan seluruh elemen masyarakat memiliki ruang masing-masing untuk ikut membangun Paya Bakong," ujarnya.

Kekompakan & Marwah Masyarakat Paya Bakong

Selain persoalan ekonomi, Isa juga menyoroti pentingnya menjaga kekompakan dan silaturahmi masyarakat Paya Bakong. Ia mengapresiasi peran Camat Paya Bakong yang terus mengajak masyarakat menjaga persatuan serta mempererat hubungan antarwarga.

Baca juga: BPS Aceh Utara Ramaikan Milad Samudera Pasai 800 Tahun, Hadirkan Layanan Konsultasi Data

"Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga kekompakan, silaturahmi dan marwah Tgk. Chik Paya Bakong. Momentum seperti ini harus menyatukan masyarakat," kata Isa.

Ia menegaskan, perbedaan pilihan maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan untuk melepaskan semangat persaudaraan.

Sejarah Sebagai Kekuatan Membangun Masa Depan

Delapan ratus tahun merupakan perjalanan sejarah yang sangat panjang. Namun menurut Isa Azis, sejarah akan kehilangan maknanya apabila hanya berhenti pada seremoni. Peringatan 800 tahun Samudera Pasee harus menjadi momentum untuk melihat apa yang dapat dilakukan masyarakat hari ini dan ke depan.

Baca juga: Bursa Dewan Pengawas Tirta Pase Memanas, Sosok Muhamad Iqbal Berlatar Hukum dan Bisnis Mencuat

UMKM perlu diperkuat, produk lokal harus semakin dikenal, silaturahmi masyarakat dijaga, serta generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal dan bangga terhadap daerahnya sendiri.

Dari ikan salee Keureuling Krueng Keureutoe, Mie Aceh, madu, hingga berbagai kerajinan masyarakat, Paya Bakong menunjukkan bahwa warisan tidak selalu berbentuk benda peninggalan masa lalu. Warisan juga dapat berupa keterampilan, tradisi, usaha, nilai kebersamaan, dan semangat masyarakat untuk terus bertahan serta berkembang.

"Ada kampung halaman yang harus terus dibangun, ada masyarakat yang harus diperhatikan, serta ada sejarah yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya tanpa kehilangan ruhnya," pungkas Isa.

Komentar

Loading...