Bukan Sekadar Kenyang, Setiap Ompreng MBG Alur Pinang Dirancang Penuhi Gizi Siswa

KOALISI.co - Bukan sekadar makanan gratis, setiap ompreng Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa di Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, membawa misi yang lebih besar: bukan hanya sekedar kenyang, tetapi memastikan anak-anak mendapatkan asupan dengan komposisi gizi yang terukur dan seimbang.
Di balik satu ompreng makanan yang dibagikan kepada siswa, terdapat sejumlah unsur pangan yang disusun untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Mulai dari sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, hingga sayur dan buah sebagai sumber serat.
Komposisi tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjadikan MBG bukan hanya sebagai program pemberian makanan, tetapi juga sebagai intervensi pemenuhan gizi bagi anak sekolah.
Baca Juga: Penjual Sayur di Samadua Aceh Selatan: SPPG Alur Pinang 'Cahaya Baru' Bagi Kami
Pengawas Gizi SPPG Alur Pinang Samadua, Yayasan Berkah Cahaya, Lusi Yulianingsih Sugma, S.Gz., Dietisien, menjelaskan bahwa setiap menu yang disalurkan kepada siswa dirancang dengan memperhatikan unsur-unsur utama dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
“Dalam setiap ompreng yang disalurkan, kami memastikan terdapat unsur karbohidrat yang berasal dari nasi, protein hewani seperti ayam, ikan atau telur, protein nabati yang berasal dari tempe, tahu maupun kacang-kacangan, serta serat dari sayur dan buah,” jelas Lusi.
Menurutnya, keberagaman bahan makanan dalam satu ompreng bukan tanpa alasan. Setiap bahan memiliki kandungan dan fungsi gizi yang berbeda bagi tubuh. Karena itu, penyusunan menu tidak hanya mempertimbangkan rasa dan jumlah makanan, tetapi juga keseimbangan zat gizi yang dibutuhkan anak.
Baca Juga: APPMBGI Aceh Gelar Rapat Evaluasi Pengurus, Siapkan Pelatihan Relawan Dapur MBG
“Setiap unsur memiliki nilai gizi yang berbeda, mulai dari energi, lemak, protein, karbohidrat hingga serat. Karena itu, keberagaman bahan makanan dalam satu ompreng menjadi penting agar kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi secara lebih seimbang,” ujarnya.
Konsep inilah yang menjadi salah satu karakter utama MBG. Jika makanan yang dibeli secara mandiri di lingkungan sekolah sangat bergantung pada pilihan masing-masing siswa, MBG disiapkan dengan perencanaan menu dan pertimbangan kebutuhan gizi sebagai bagian dari proses penyediaannya.
Kepala SPPG Alur Pinang Samadua, Saufa Yarda Nataja, mengatakan program MBG tidak dimaksudkan untuk menghilangkan keberadaan kantin sekolah. Kantin tetap memiliki fungsi penting dalam lingkungan pendidikan, terutama dalam menyediakan berbagai kebutuhan makanan dan minuman bagi siswa.
Baca Juga: Sony Sanjaya Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Titik Dapur MBG
Namun, menurut Saufa, MBG memberikan aspek yang berbeda karena makanan yang disediakan secara khusus melalui SPPG memiliki komposisi yang dirancang dengan memperhatikan kebutuhan gizi penerima manfaat.
“Kantin sekolah tetap memiliki peran dan tidak kami kesampingkan. Tetapi MBG hadir dengan tujuan memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang komposisi gizinya diperhatikan dan dipersiapkan secara terukur. Jadi, keduanya memiliki fungsi masing-masing dan dapat berjalan berdampingan,” kata Saufa.
Ia menambahkan, keberadaan MBG di sekolah diharapkan dapat memberikan kepastian tambahan bagi orang tua bahwa anak memperoleh asupan makanan bergizi selama berada di sekolah.
“Yang ingin kami pastikan adalah ketika makanan MBG diterima oleh anak, di dalam satu ompreng tersebut sudah ada unsur-unsur gizi yang dibutuhkan. Jadi bukan hanya kenyang, tetapi ada nilai gizi yang memang menjadi perhatian dalam penyusunan menu,” ujarnya.




Komentar