MTQ ke-XXVI Buloh Beureughang Resmi Ditutup, Cetak Generasi Qur’ani Jadi Harapan Bersama

KOALISI.co – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXVI Kemukiman Buloh Beureughang resmi ditutup oleh Ketua DPRK Aceh Utara, Tgk. Arafat Ali, S.E., M.M., pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung lancar dan mendapat antusiasme masyarakat dari sejumlah gampong di wilayah tersebut.
MTQ ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
Acara penutupan turut dihadiri Anggota DPRA Saiful Bahri atau yang akrab disapa Pon Yaya, Ketua LPTQ Kuta Makmur Tgk. Zulfikri, S.Pd.I., Imum Mukim Buloh Blang Ara Zulfiandi Ali, Imum Mukim Keude Krueng Ismail, para panglima, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintahan, peserta, serta masyarakat dari sejumlah gampong di Kemukiman Buloh Beureughang.
Baca juga: Warisan Leluhur dari Buloh, Alee Tunjang Meriahkan Milad Samudra Pasai ke-800
Dalam kesempatan tersebut, Imum Mukim Buloh Beureughang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-XXVI.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian MTQ ke-XXVI dapat kita laksanakan dan kita tutup dengan baik. Ini semua tidak terlepas dari dukungan masyarakat, panitia, peserta, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Ia berharap MTQ tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial atau perlombaan, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan terhadap pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
Baca juga: Menjaga Tradisi Leluhur, Petani Kuta Makmur Gelar Khanduri Blang Sambut Musim Tanam
Menurutnya, semangat membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an harus terus ditanamkan kepada anak-anak dan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana setelah kegiatan ini semangat membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-XXVI berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan.
Baca juga: Direktur LPPSDM BKPRMI Aceh Utara Apresiasi Prestasi Kafilah Aceh di MTQ Nasional
“Harapan kita, dengan adanya MTQ ini dapat lahir generasi-generasi Qur’ani. Bukan hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan,” ungkapnya.
Dukungan terhadap pelaksanaan MTQ juga ditunjukkan oleh Pang Dun dan Pang Karya, dua panglima yang berada di wilayah Kemukiman Buloh Beureughang. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam menyukseskan kegiatan keagamaan.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kuta Makmur (HIMAKMUR), Maulana Fikri Saputra, turut mendorong agar kegiatan MTQ dapat dilaksanakan secara rutin di setiap kemukiman maupun gampong di Kecamatan Kuta Makmur.
Baca juga: Qaisal Ridha, Putra Aceh Utara, Lolos Final Kaligrafi Digital MTQ Nasional 2026
“Harapan saya, setiap kemukiman maupun desa dapat rutin mengadakan MTQ sebagai wadah pembinaan generasi muda, sehingga ke depan lahir kader-kader Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjadi generasi penerus di Kecamatan Kuta Makmur,” kata Maulana.
Ia menilai, kegiatan MTQ memiliki peran penting dalam memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an sekaligus membangun karakter, akhlak, dan pemahaman keagamaan.
Dengan berakhirnya MTQ ke-XXVI Kemukiman Buloh Beureughang, masyarakat berharap semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat terus terjaga. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga generasi muda yang berakhlak mulia dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
MTQ boleh berakhir, tetapi semangat mencintai, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah masyarakat diharapkan terus hidup dan berkembang di Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.




Komentar