Lonjakan Pasien di Lhokseumawe, RS Arun Pastikan Layanan Sesuai Prosedur

Lonjakan Pasien di Lhokseumawe, RS Arun Pastikan Layanan Sesuai Prosedur
Rumah Sakit Arun Lhokseumawe. Dok. Ist.

KOALISI.co – Sejumlah rumah sakit di Kota Lhokseumawe mengalami peningkatan jumlah pasien dalam sebulan terakhir. Akibatnya, sebagian pasien rawat inap harus menunggu beberapa saat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sampai tempat tidur tersedia.

Humas RS Arun Lhokseumawe, Rahmadi M. Ali, membenarkan adanya peningkatan itu. Ia mengatakan, kalau waktu normal, sebulan pasien rawat inap rata-rata sekitar 1.300 sampai 1.500 pasien.

“Saat ini meningkat sekitar 1.600 sampai 1.700 pasien,” kata Rahmadi melalui sambungan telepon kepada KOALISI.co, Kamis (29/10/2026).

Menurut Rahmadi, pihak rumah sakit tetap melayani pasien sesuai prosedur. Namun, jika kamar rawat inap belum tersedia, pasien harus menunggu sementara di IGD.

“Khusus untuk pasien yang membutuhkan penanganan segera berdasarkan diagnosis dokter akan menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia menyebutkan, penyakit yang ditangani antara lain peradangan saluran pernapasan, tifus, dan demam berdarah.

Baca Juga: 53 Peserta Ikuti Seleksi Staf Keuangan RS Arun Lhokseumawe 

Rahmadi juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan agar segera datang ke rumah sakit dan tidak panik karena khawatir dengan kepadatan pasien.

Sementara itu, kesulitan mendapatkan kamar rawat inap dirasakan Mudawali (24), warga yang mendampingi ibunya berobat. Saat ditemui di RS MNC Lhokseumawe, ia menceritakan bahwa ibunya sempat dibawa ke tiga rumah sakit.

Menurut dia, ibunya awalnya dibawa ke RS MNC pada dini hari sekitar pukul 02.00, tetapi belum ada tempat tidur kosong. Ia lalu mencoba ke RS Kesrem Lhokseumawe dan RSUD Cut Meutia, tetapi belum memiliki kamar kosong juga.

“Setelah subuh pihak RS MNC mengabarkan bahwa sudah ada kamar yang kosong dan kami langsung membawa lagi ke MNC,” kata Mudawali.

Peningkatan pasien juga terjadi di tingkat puskesmas. Kepala Puskesmas Kuta Makmur, Aceh Utara, Samsul Zahri, mengatakan lonjakan itu terjadi sejak sebulan terakhir.

Jumlah pasien, baik rawat jalan maupun rawat inap, bisa mencapai 100 sampai 150 orang per hari.

Baca Juga: Puskesmas Kuta Makmur Peringati Maulid Nabi, Ini Harapan Kapus Baru Haji Zahri

“Rata-rata gejalanya demam tinggi, batuk, ISPA, dan nyeri otot,” kata Samsul saat dikonfirmasi.

Puskesmas Kuta Makmur hanya memiliki 18 tempat tidur rawat inap. Menurut Samsul, jumlah itu masih kurang dan kekurangan tersebut sudah disampaikan kepada Dinas Kesehatan Aceh Utara.

Meski demikian, ia memastikan pelayanan tetap berjalan sesuai standar karena tenaga medis dan obat-obatan masih aman.

“Pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan akan diprioritaskan dan dirujuk ke rumah saki,” demikian Samsul Zahri.

Komentar

Loading...