Bappeda Aceh Perkuat UMKM dan BUMG di Bireuen, Dorong Ekonomi Gampong yang Mandiri

KOALISI.co – Pemerintah Aceh melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan dengan menggelar Lokakarya Strategi Kolaboratif: Pengembangan Ekonomi Melalui Penguatan UMKM dan BUMG di Kabupaten Bireuen pada 29–30 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Mengusung tema "UMKM Tangguh, BUMG Maju, Ekonomi Mandiri", lokakarya tersebut dirancang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, perbankan, dan pendamping desa guna memperkuat ekosistem ekonomi berbasis potensi lokal.
Baca Juga: Pimpinan DPR Aceh Panggil Kepala Bappeda dan DPKA, Bahas Percepatan Realisasi APBA 2025
Pemilihan Kabupaten Bireuen sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Daerah ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan kawasan dengan pertumbuhan wirausaha yang cukup pesat di Aceh, sehingga dinilai tepat menjadi lokasi pengembangan model pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Bappeda Aceh menghadirkan forum diskusi, pelatihan, serta pertukaran pengalaman yang mempertemukan pelaku UMKM, pengelola Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), para akademisi, praktisi, hingga pemangku kebijakan daerah.
Lokakarya dipandu oleh moderator dari Bappeda Aceh, Rizki Munanda, S.STP., M.Ec.Dev., dan Said Hayuzar, MM, dengan menghadirkan tujuh narasumber dari berbagai bidang keahlian. Mereka adalah Busra, ST., MM., Koordinator Provinsi Aceh Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kementerian Desa PDTST; Edi Fadhil, SH., mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh; Hendra Saputra, ST., MM., dari Dinas Koperasi dan UKM Aceh; Malia Ulfa selaku Mikro Relationship Manager Team Leader BSI KC Simpang IV Bireuen; Fasilitator Kewirausahaan Muslim Khadri, S.STP., M.SM.; serta Founder Jungge Food, Zahrial Fakhri, S.Si., M.Si., yang juga merupakan pelaku UMKM unggulan.
Baca Juga: ASN Bappeda Aceh Kumpulkan 35 Kantong Darah
Kepala Bappeda Aceh yang diwakili Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Barrul Walidin, SH., menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak dapat hanya bergantung pada perusahaan besar. Menurutnya, penguatan ekonomi harus dimulai dari tingkat gampong melalui optimalisasi peran UMKM dan BUMG.
"UMKM yang tangguh dan BUMG yang maju merupakan dua pilar utama yang akan membawa ekonomi Aceh menuju kemandirian. Melalui lokakarya ini, kita tidak sekadar membahas konsep, tetapi merancang langkah nyata untuk memperkuat ekonomi masyarakat," ujar Barrul saat membuka kegiatan.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi praktis yang berkaitan dengan penguatan kelembagaan BUMG, strategi pengembangan UMKM, akses pembiayaan, pemasaran produk, hingga pengelolaan usaha yang berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para pelaku usaha dan pengelola BUMG aktif berdiskusi serta berbagi pengalaman mengenai tantangan dan peluang dalam mengembangkan usaha di tingkat desa.
Bappeda Aceh berharap hasil lokakarya ini mampu melahirkan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, meningkatkan daya saing UMKM, memperkuat BUMG, serta mendorong terciptanya kemandirian ekonomi di seluruh wilayah Aceh.




Komentar