Dari Mitos ke Nalar: Mengapa Sejarah Filsafat Masih Relevan di Zaman Digital

KOALISI.co - Di tengah banjir informasi, hoaks, dan opini instan yang berseliweran di media sosial, satu pertanyaan penting patut kita ajukan: apakah manusia modern masih benar-benar berpikir?
Pertanyaan ini membawa kita menoleh jauh ke belakang, ke satu fase penting dalam sejarah manusia, saat manusia pertama kali berani meninggalkan mitos dan mulai bertanya dengan akalnya. Di sanalah filsafat lahir.
Sejarah filsafat bukan sekadar catatan tentang pemikir kuno yang hidup ribuan tahun lalu. Ia adalah kisah panjang tentang keberanian manusia menggunakan nalar untuk memahami dunia dan dirinya sendiri.
Baca Juga: Prompt Gemini AI Foto Polaroid, Begini Cara Bikin Hasil Keren dan Estetik
Di masa Yunani Kuno, tokoh-tokoh seperti Thales, Socrates, Plato, dan Aristoteles mulai mempertanyakan asal-usul alam, hakikat kebenaran, hingga makna hidup.
Mereka menolak menerima kenyataan hanya karena “kata tradisi” atau “kata para dewa”. Sejak itulah manusia belajar bahwa kebenaran harus diuji, dipikirkan, dan dipertanggungjawabkan secara rasional.
Peralihan dari mythos ke logos ini menjadi fondasi cara berpikir ilmiah yang kita kenal hari ini. Tanpa filsafat Yunani, mungkin kita tak pernah mengenal logika, metode berpikir sistematis, atau diskusi rasional.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menghemat Listrik?
Namun sejarah filsafat tidak berhenti di Yunani. Warisan besar itu justru menemukan ruang suburnya di dunia Islam.
Pada masa kejayaan Islam, para filsuf Muslim seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd tidak sekadar menerjemahkan filsafat Yunani, tetapi mengembangkannya.
Mereka menunjukkan bahwa wahyu dan akal bukanlah musuh, melainkan dua jalan yang saling menguatkan dalam mencari kebenaran.
Baca Juga: Apa Itu Zero Waste Lifestyle dan Bagaimana Cara Memulainya
Filsafat Islam membuktikan bahwa berpikir rasional tidak menghilangkan iman, justru memperdalam pemahaman keagamaan. Lebih dari itu, filsafat Islam menjadi jembatan penting bagi lahirnya filsafat Barat modern.
Melalui karya-karya Ibnu Rusyd dan Ibnu Sina, Eropa mengenal kembali Aristoteles dan tradisi berpikir rasional yang kemudian melahirkan Renaissance dan Revolusi Ilmiah.
Tokoh-tokoh modern seperti Descartes dan Bacon melanjutkan estafet itu dengan menekankan rasionalisme dan empirisme, yang akhirnya membentuk metode ilmiah modern.
Baca dihalaman selanjutnya>>>




Komentar