Harga Semen di Aceh Melonjak Hingga Rp90 Ribu per Sak di Tengah Bencana Banjir

KOALISI.co - Pemerintah Aceh menyoroti kenaikan harga semen di pasaran yang dinilai tidak wajar di tengah kondisi masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Dalam dua hari terakhir, Gubernur Aceh menerima banyak laporan dari masyarakat terkait lonjakan harga semen yang terjadi di sejumlah daerah.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyampaikan bahwa Gubernur telah memerintahkan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait untuk segera melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak yang berwenang, khususnya dengan PT Semen Indonesia.
“Dalam dua hari ini, Gubernur banyak menerima laporan dari masyarakat bahwa kenaikan harga semen sudah tidak wajar. Oleh karena itu, Gubernur langsung memerintahkan SKPA terkait untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait, terutama dengan pihak Semen Indonesia,” ujar Muhammad MTA, Minggu (21/12/2025).
Baca juga: PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Aceh Pulih Total Pascabencana
Berdasarkan hasil pantauan langsung Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, kenaikan harga semen diketahui terjadi di tingkat toko. Harga semen yang sebelumnya berada pada kisaran Rp62 ribu hingga Rp64 ribu per sak, kini melonjak menjadi Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per sak. Bahkan, di beberapa kabupaten dan kota, harga semen dilaporkan mencapai Rp90 ribu per sak.
Menindaklanjuti arahan Gubernur, Pemerintah Aceh melakukan komunikasi dengan General Manager Semen Andalas. Dari hasil komunikasi tersebut, pihak Semen Andalas menyatakan tidak ada kebijakan kenaikan harga semen dari pabrik.
“Pihak Semen Andalas Lhoknga menjelaskan bahwa selama bencana banjir yang mengakibatkan terhentinya pasokan listrik, proses produksi sempat berhenti karena tidak memiliki genset sebagai alternatif cadangan,” jelas Muhammad MTA.
Baca juga: Gas Elpiji 3 Kg Langka, Warga Cot Girek Aceh Utara Minta Pemerintah Bertindak
Namun demikian, sejak Sabtu malam, pihak Semen Andalas telah kembali melakukan proses pengepakan langsung di Pabrik Semen Lhoknga dan pendistribusian langsung oleh distributor ke toko-toko. Saat ini, sekitar 700 ton semen telah mulai didistribusikan, dan proses produksi serta distribusi masih terus berlangsung.
Muhammad MTA menambahkan bahwa kapasitas produksi Semen Andalas mencapai 5.000 ton per hari dan saat ini sudah kembali berjalan normal. Pihak Semen Andalas memprediksi kenaikan harga di tingkat toko kemungkinan disebabkan oleh sempat terhentinya produksi akibat bencana.
“Melalui agen resmi dan distributor, pihak Semen Andalas juga telah melakukan intervensi agar tidak terjadi kenaikan harga, apalagi dalam kondisi bencana yang sedang dihadapi masyarakat Aceh,” katanya.
Gubernur Aceh berharap seluruh pihak terkait dapat melakukan pengawalan secara ketat terhadap stabilitas harga semen demi kepentingan masyarakat luas, khususnya di tengah situasi bencana besar yang melanda Aceh.
“Kepada pihak Semen Indonesia, Gubernur berharap agar lebih proaktif dalam menyikapi persoalan ini, sehingga masyarakat tidak semakin terbebani,” tutup Muhammad MTA.(*)




Komentar