Khanduri Blang Tetap Lestari, Warga Gampong Leuhong Aceh Utara Jaga Warisan Adat Leluhur

KOALISI.co – Tradisi Khanduri Blang masih terus dilestarikan oleh masyarakat Gampong Leuhong, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga warisan adat dan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Khanduri Blang merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Aceh yang hingga kini tetap hidup di tengah kehidupan masyarakat agraris. Tradisi ini umumnya dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni menjelang musim tanam padi dan saat musim panen tiba. Selain menjadi ungkapan syukur kepada Allah SWT, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
Di Gampong Leuhong, tradisi tersebut terus dipertahankan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat. Warga secara bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.
Baca Juga: Renovasi Balai Adat, Gampong Cempeudak Perkuat Pelestarian Budaya dan Tradisi Aceh
Geuchik Gampong Leuhong, Ismail, mengatakan bahwa Khanduri Blang bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan memiliki makna mendalam dalam kehidupan masyarakat, khususnya bagi para petani yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
"Tradisi Khanduri Blang selalu kami laksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Kami berharap tanaman padi yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang melimpah. Di sisi lain, tradisi ini juga menjadi cara kami menjaga adat istiadat dan budaya leluhur agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman," ujar Ismail kepada KOALISI.co.
Ia menjelaskan, Khanduri Blang juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, warga berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan sehingga hubungan sosial, silaturahmi, dan semangat gotong royong tetap terpelihara.
Baca Juga: Menjaga Tradisi Leluhur, Petani Kuta Makmur Gelar Khanduri Blang Sambut Musim Tanam
Menurut Ismail, nilai-nilai kebersamaan yang terkandung dalam tradisi Khanduri Blang menjadi modal penting dalam membangun kehidupan masyarakat desa yang harmonis dan saling peduli.
"Tradisi ini mengajarkan kami pentingnya persatuan, kebersamaan, dan saling membantu. Nilai-nilai tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda agar mereka tetap mengenal identitas budaya Aceh dan bangga terhadap warisan leluhurnya," katanya.
Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak melupakan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh sejak dahulu. Menurutnya, pelestarian adat istiadat merupakan tanggung jawab bersama agar budaya lokal tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Baca Juga: Abu Cut Lueng Angen Resmikan Masjid Jabal Nur Desa Buket Aceh Utara
"Melalui Khanduri Blang ini, semoga masyarakat Gampong Leuhong semakin kompak, semangat bergotong royong semakin kuat, dan silaturahmi antarwarga terus terjaga. Mari kita rawat tradisi ini bersama-sama dan mewariskannya kepada generasi yang akan datang," tutup Ismail.
Tradisi Khanduri Blang hingga kini masih menjadi salah satu simbol kekayaan budaya Aceh yang mencerminkan nilai religius, kebersamaan, serta penghormatan terhadap alam dan hasil pertanian. Pelestarian tradisi tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sebagai identitas budaya yang tetap lestari.




Komentar