1. Beranda
  2. Inforial

Mengenal dan Mengetahui Lebih Dekat Tentang Suku Aceh

Oleh ,

Bahasa Masyarakat Aceh

Bahasa tradisional masyarakat Aceh dikategorikan dalam bahasa Aceh Chamik yang merupakan cabang dari rumpun bahasa Melayu-Polinesia, cabang Austronesia. Selain itu, bahasa Aceh juga erat kaitannya dengan bahasa lain, seperti Jarai, Chru, Rhade, Roglai, Utset, Cham, dll. Kosakata bahasa Aceh juga diperkaya dengan penyerapan bahasa Arab dan Sansekerta, terutama dalam bidang agama, seni, hukum, pemerintahan, dan lain-lain.

Bahasa Aceh juga telah menyerap banyak kosakata bahasa Melayu selama berabad-abad. Menurut catatan Marco Polo, dulu bahasa Chamik hanya digunakan oleh para pendatang yang menguasai daerah-daerah kecil, seperti pelabuhan Banda Aceh. Pasalnya, pada tahun 1292 M di Aceh terdapat 8 kerajaan kecil, dan masing-masing kerajaan memiliki bahasa adatnya masing-masing.

Nama Rumah Adat Aceh

Rumah adat Aceh disebut juga Rumoh Aceh atau Krong Bade. Rumoh Aceh mengusung pola bangunan segi empat dari timur ke barat. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan penghuni rumah dalam menentukan arah kiblat ketika hendak melaksanakan shalat. Krong Brade memiliki ciri khas berupa penggunaan tangga di dalam rumah yang jumlahnya selalu ganjil, yang dimaknai sebagai simbol sifat religius masyarakat Aceh.

Baca Juga: Ketahui Beberapa Suku Bangsa yang Ada di Aceh

Selain itu, pintu yang diaplikasikan juga lebih rendah jika dibandingkan dengan rumah pada umumnya. Di kalangan masyarakat adat, rumah orang Aceh umumnya terbuat dari daun rumbia. Selain itu, penggunaan ornamen yang terdapat pada bangunan rumah juga merupakan simbol status sosial pemiliknya.

Biasanya ukiran yang rumit merupakan tanda bahwa penghuninya berasal dari kalangan atas. Menariknya, Krong Bade dibangun tanpa menggunakan paku, melainkan menggunakan tali yang terbuat dari rotan, kulit waru, atau tali ijuk. Jadi, semua bahan yang digunakan berasal dari alam, dan tidak ada bahan yang diproduksi.

Baca Juga