Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Ini Hasil Sidang Isbat

KOALISI.co – Pemerintah resmi menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil melalui Sidang Isbat penetapan awal Ramadan yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (17/2/2026).
Dalam konferensi pers usai sidang, Menteri Agama menyampaikan bahwa hasil musyawarah menetapkan 1 Ramadan 1447 H dimulai pada 19 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada hasil perhitungan hisab dan pengamatan rukyat yang dilakukan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama bersama organisasi kemasyarakatan Islam.
Menurutnya, proses penentuan awal Ramadan dikonfirmasi oleh laporan petugas pemantau hilal di sedikitnya 96 titik pengamatan yang tersebar di seluruh Indonesia. Hasil pemaparan menunjukkan posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk.
Baca Juga: Tok! Dana Sapi Meugang Cair, Wagub Aceh: Terima Kasih Bapak Presiden Prabowo
Ia menjelaskan, ketinggian hilal tercatat berada pada rentang minus 2,41 derajat hingga minus 0,93 derajat. Sementara sudut elongasi berkisar antara 0,94 derajat sampai 1,89 derajat. Secara astronomis, posisi tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Dengan kondisi itu, hilal dinyatakan belum mungkin terlihat. Data hisab hari tersebut juga belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS. Hasil perhitungan ini diperkuat oleh laporan para perukyat yang ditugaskan Kementerian Agama di seluruh titik pengamatan.
Menteri Agama menegaskan bahwa tidak ada satu pun laporan terlihatnya hilal dari seluruh lokasi pemantauan. Bahkan di sejumlah negara Islam lainnya, kriteria imkan rukyat juga belum terpenuhi. Kalender Hijriah Global versi Turki pun tidak menetapkan awal Ramadan pada keesokan harinya.
Baca Juga: 1.109 Sapi Meugang Bantuan Presiden Disalurkan Bupati Aceh Utara Ayah Wa
Berdasarkan hasil hisab dan ketiadaan laporan rukyat hilal, Sidang Isbat secara bulat menyepakati 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Pemerintah berharap keputusan ini dapat menjadi dasar bagi umat Islam di Indonesia untuk memulai ibadah puasa secara serentak.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dalam menyikapi perbedaan pandangan terkait penetapan awal Ramadan. Perbedaan tersebut diharapkan menjadi kekayaan yang memperkuat kebersamaan bangsa.
Sidang Isbat turut dihadiri Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Anwar Iskandar, serta Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad.
Selain itu, sidang juga diikuti para pimpinan ormas Islam, pakar falak dan astronomi dari berbagai perguruan tinggi, serta perwakilan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Badan Informasi Geospasial, Planetarium Jakarta, dan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.




Komentar