Pj Bupati Mahyuzar Minta KONI Beri Atensi Besar Terhadap Agenda PON Aceh-Sumut

Mengingat banyaknya Pengkab cabang olahraga prestasi dan fungsional, maka KONI dituntut untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, serta memiliki pengelolaan manajemen yang teratur. Sehingga menjadi organisasi yang mandiri dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
Hal itu menjadi tuntutan dan harus dilaksanakan oleh KONI, karena keberhasilan suatu organisasi tidak akan pernah tercapai tanpa adanya suatu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan kerja, serta adanya suatu pengawasan atas pelaksanaan kerja.
Setidaknya ada tiga tantangan pembangunan olahraga sekarang ini dan ke depan. Yaitu, pertama, tingginya tuntutan masyarakat terhadap peningkatan prestasi olahraga. Kedua, menjadikan olahraga sebagai instrumen pembangunan, dan ketiga, desentralisasi pembangunan olahraga.
Baca Juga: Pj Gubernur Aceh Harap Kanwil DJPb Dukung PON dan Percepatan Proyek Nasional
Ketiga tantangan tersebut hendaknya perlu dicermati dan diantisipasi secara sungguh-sungguh. Adanya keinginan yang kuat untuk melaksanakan ketiganya dalam satu ayunan kebijakan, sungguh dibutuhkan kerja keras dan komitmen yang tinggi. Untuk itu, pengurus KONI dapat dikatakan berhasil apabila mampu menyusun progam kerja secara tepat sasaran, dan mampu diaplikasi melalui kegiatan di lapangan.
Ketua KONI Aceh H Kamaruddin Abubakar dalam sambutannya mengatakan KONI Aceh saat ini sedang persiapan menghadapi even PON. Pihaknya memohon dukungan dari seluruh pengurus KONI dan masyarakat Aceh Utara agar even PON dapat sukses dan lancar. Pihaknya menargetkan posisi Aceh pada PON kali ini minimal masuk 10 besar.
"Kami mengajak seluruh pengurus untuk siap bekerja cepat dan bekerja keras, terutama dalam menyukseskan PON mendatang," tutupnya.




Komentar