Pemerintah Aceh Utara Resmi Lepas 592 Petugas Sensus Ekonomi 2026

Suasana acara pencanangan dan pelepasan 592 petugas Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Aceh Utara, berlangsung di halaman Kantor Bupati Lhoksukon, Senin 15 Juni 2026.

KOALISI.co — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara secara resmi melepas sebanyak 592 tenaga petugas yang akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Acara pelepasan berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, pada Senin (15/6/2026).

Apel pelepasan dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara, Dr. Fauzan, S.STP, MPA. Dalam kesempatan itu, ia melepas secara simbolis ratusan petugas yang akan menyebar ke seluruh wilayah untuk melakukan pendataan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah, para Camat, jajaran pejabat Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Utara, serta seluruh petugas sensus yang bertugas.

Baca juga: Ketua Dewan Pakar JMSI Lantik Pengurus Daerah JMSI Aceh Periode 2025-2030

Membacakan sambutan tertulis Bupati Aceh Utara, Dr. Fauzan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPS dan semua pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan sensus ini secara matang.

“Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis nasional untuk mendapatkan data lengkap dan akurat mengenai kondisi perekonomian masyarakat. Data ini nantinya menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan pembangunan, merencanakan program, mengambil keputusan, hingga mengevaluasi upaya peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia menekankan, sensus kali ini memiliki makna khusus bagi Aceh Utara yang baru saja dilanda bencana banjir besar. Dari total 27 kecamatan, sebanyak 25 wilayah terdampak, sehingga mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat secara signifikan.

Baca juga: APBK Aceh Utara Tertinggi di Aceh Capai Rp2,6 Triliun

“Di masa pascabencana ini, Sensus Ekonomi menjadi instrumen strategis untuk memetakan kembali kondisi dan kapasitas ekonomi warga. Data yang dihasilkan akan menunjukkan keberlangsungan usaha, tingkat pemulihan UMKM, perubahan struktur kegiatan ekonomi, serta kebutuhan dukungan bagi sektor yang terdampak,” jelasnya.

Dengan data yang valid, lanjut dia, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan pemulihan ekonomi yang lebih tepat sasaran, memperkuat ketahanan ekonomi terhadap risiko bencana, serta mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh ke depannya.

Bupati juga berpesan kepada seluruh petugas agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika kerja, serta menjaga kerahasiaan data responden.

Baca juga: 2.930 Warga Cot Girek Aceh Utara Terima Bantuan Pangan

“Kalian bukan hanya pengumpul data, tetapi juga duta yang membawa nama baik pemerintah dan lembaga. Tetap jaga kesehatan, keselamatan, dan semangat pengabdian agar data yang dihasilkan berkualitas dan dapat dipercaya,” pesannya.

Komentar

Loading...