PLN Aceh Dukung Transisi Energi Berkeadilan dan Inklusif Melalui Kolaborasi Multipihak

Pemandangan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Krueng Isep di Nagan Raya, Aceh. Sejak tahun 2010, fasilitas yang dioperasikan oleh PT. Seunagan Energi ini terus bekerja secara optimal untuk menghasilkan energi bersih dan terbarukan guna mendukung keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut.

KOALISI.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transisi energi yang berkeadilan, inklusif, dan tangguh. Hal ini sejalan dengan upaya PLN dalam menjawab tantangan lonjakan kebutuhan energi di masa depan sekaligus mewujudkan pemerataan akses listrik bagi seluruh lapisan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Multistakeholder Forum bertajuk "Mendorong Transisi Energi yang Adil dan Inklusif di Aceh" yang diselenggarakan oleh Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) bekerja sama dengan Indonesian Parliamentary Center (IPC) di Hotel Muraya, Banda Aceh, Kamis (9/7/2026).

Hadir mewakili General Manager PLN Wilayah Provinsi Aceh, Senior Manager Keuangan, Komunikasi & Umum PLN UID Aceh, Nurlana, menyampaikan apresiasi atas inisiatif forum yang mempertemukan akademisi, masyarakat sipil, dan pemerintah. Menurutnya, sinergi multipihak adalah kunci untuk membangun sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan di Aceh.

Baca Juga: PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat

"PLN sangat menyambut baik diskursus mengenai desentralisasi energi dan pemanfaatan sumber-sumber energi lokal. Dengan rasio elektrifikasi yang kini telah melampaui 99 persen, fokus kami tidak lagi hanya pada perluasan jaringan, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan dan pengembangan infrastruktur kelistrikan yang pintar (smart grid) untuk mengakomodasi potensi energi baru terbarukan (EBT) di Aceh," ujar Nurlana dalam pemaparannya mengenai Perkembangan Kebijakan Transisi Energi di Aceh.

Menanggapi diskusi terkait tantangan pemenuhan listrik untuk kebutuhan teknologi masa depan seperti pusat data (data center) dan hilirisasi industri, Nurlana menjelaskan bahwa PLN terus bertransformasi mengadopsi inovasi teknologi guna memastikan keandalan pasokan.

Kehadiran sumber energi seperti tenaga surya, mikrohidro, dan biomassa dinilai oleh PLN sebagai opsi strategis yang akan memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional, khususnya di daerah kepulauan maupun terluar.

Baca Juga: Sekda Aceh dan PLN Pusat Bahas Prospek Pengembangan PLTS di Aceh

Lebih lanjut, PLN UID Aceh juga menaruh perhatian besar pada aspek keadilan ekonomi dan penerapan prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) dalam agenda pembangunan energi.

"Transisi energi tidak boleh meninggalkan siapa pun. PLN terus memastikan bahwa pengembangan infrastruktur kelistrikan mampu memberikan dampak ganda (multiplier effect) berupa penciptaan lapangan kerja hijau, pemberdayaan UMKM lokal, dan pemerataan kesejahteraan, termasuk bagi kelompok perempuan dan masyarakat di wilayah terpencil," tambah Nurlana.

Melalui forum ini, PLN UID Aceh berharap kolaborasi yang terbangun dapat melahirkan langkah-langkah konkret dan rekomendasi strategis. PLN siap bergandengan tangan dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta untuk menjadikan sektor energi tidak sekadar sebagai penyedia listrik, melainkan sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Aceh yang tangguh dan berdaya saing di masa depan.

Komentar

Loading...