Pulau Dua Aceh Selatan, Destinasi Bahari Eksotis dengan Pasir Putih
KOALISI.co – Di perairan Gampong Ujung Pulau Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Aceh Selatan, Pulau Dua hadir sebagai salah satu destinasi wisata bahari yang memadukan keindahan alam dengan kekayaan cerita rakyat. Hamparan pasir putih, laut jernih, serta legenda yang hidup di tengah masyarakat menjadikan pulau ini semakin menarik untuk dikunjungi.
Pulau Dua dinamakan demikian karena terdiri dari dua pulau yang berdampingan, yakni Pulau Kayee dan Pulau Tengku. Kedua pulau ini berada dalam jarak yang sangat dekat, menciptakan lanskap unik di tengah laut. Dalam cerita rakyat setempat, Pulau Kayee dan Pulau Tengku dulunya merupakan satu daratan yang terbelah akibat pertarungan antara naga raksasa dan tokoh legendaris Tuan Tapa.
Terlepas dari kisah legenda tersebut, keindahan Pulau Dua menjadi daya tarik utama yang nyata. Pasir putih yang bersih membentang di sepanjang garis pantai, berpadu dengan air laut yang jernih berwarna biru kehijauan. Pepohonan kelapa yang tumbuh di sepanjang pesisir semakin memperkuat suasana tropis yang alami dan menenangkan.
Baca Juga: Tapak Tuan Tapa Aceh Selatan, Jejak Legenda di Pesisir Tapaktuan yang Sarat Nilai Budaya
Secara keseluruhan, luas Pulau Dua mencapai sekitar enam hektare dengan garis pantai kurang dari satu kilometer. Meski tidak terlalu luas, pulau ini menawarkan pengalaman wisata yang lengkap dalam satu kawasan yang relatif kecil namun padat pesona.
Pulau Kayee menjadi pulau yang paling sering dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan. Aktivitas wisata lebih banyak terpusat di pulau ini, mulai dari berenang hingga bersantai di tepi pantai. Sementara itu, Pulau Tengku yang berada di sisi lainnya masih tergolong sepi dan jarang dijamah, sehingga cocok bagi pengunjung yang menginginkan suasana lebih privat dan tenang.
Untuk mencapai Pulau Dua, wisatawan perlu menempuh perjalanan darat sekitar 1,5 jam dari Kota Tapaktuan menuju Gampong Ujung Pulau Rayeuk. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan perahu nelayan selama kurang lebih 15 menit untuk menyeberang ke pulau.
Biaya penyeberangan relatif terjangkau, sekitar Rp35.000 per orang untuk layanan antar-jemput. Akses yang mudah dan biaya yang terjangkau menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan, termasuk dari luar daerah seperti Sumatera Utara.
Setibanya di pulau, pengunjung akan disambut dermaga apung berbentuk huruf T yang berfungsi sebagai tempat sandar perahu. Dari dermaga tersebut, keindahan laut langsung terlihat jelas, memberikan kesan pertama yang memikat bagi wisatawan.
Di sekitar kawasan pulau, tersedia penginapan sederhana yang memungkinkan pengunjung untuk bermalam. Fasilitas ini menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Pulau Dua lebih lama, terutama saat matahari terbenam dan terbit yang menghadirkan panorama berbeda.
Baca Juga: Sungai Kluet Aceh Selatan: Surga Arung Jeram dan Wisata Alam Tersembunyi di Gampong Malaka
Sepanjang bibir pantai, masyarakat setempat mendirikan gubuk-gubuk sederhana yang digunakan untuk bersantai maupun berjualan makanan. Ikan bakar menjadi salah satu menu favorit yang banyak dicari pengunjung. Menikmati hidangan laut segar di tepi pantai memberikan pengalaman kuliner yang menyatu dengan suasana alam.
Duta Wisata Aceh Selatan, Warisatul Ambia, menilai Pulau Dua sebagai destinasi unggulan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata bahari di daerah tersebut.
“Pulau Dua menawarkan keindahan alam yang lengkap, mulai dari laut yang jernih, pasir putih, hingga suasana pulau yang tenang. Ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan,” ujar Warisatul Ambia, Sabtu (2/5/2026).
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan legenda yang menyertai Pulau Dua menjadi nilai tambah tersendiri. Menurutnya, perpaduan antara alam dan cerita membuat pengalaman wisata menjadi lebih kaya.
“Tidak hanya pemandangan, Pulau Dua juga memiliki cerita yang memperkaya pengalaman wisata. Wisatawan bisa menikmati alam sekaligus mengenal budaya lokal,” katanya.
Beragam aktivitas dapat dilakukan di Pulau Dua. Snorkeling menjadi salah satu kegiatan favorit karena kondisi air yang jernih serta ombak yang relatif tenang. Terumbu karang di sekitar pulau menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan bawah laut.
Selain snorkeling, wisatawan juga dapat berenang, berjalan santai di sepanjang pantai, atau sekadar duduk menikmati suasana. Keheningan yang ditawarkan menjadikan Pulau Dua sebagai tempat ideal untuk melepas penat dan menjauh dari keramaian.
Warisatul Ambia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di kawasan ini. Menurutnya, keberlanjutan Pulau Dua sebagai destinasi wisata sangat bergantung pada kesadaran bersama.
“Keindahan Pulau Dua harus dijaga bersama. Kebersihan pantai dan laut menjadi tanggung jawab kita semua agar destinasi ini tetap menarik dan lestari,” ujarnya.
Baca Juga: Tas Pelepah Pinang Aceh Selatan: Dari Limbah Jadi Peluang Ekonomi Kreatif Desa
Ia juga menyoroti peran penting masyarakat dalam pengelolaan destinasi. Keterlibatan warga lokal dalam menyediakan fasilitas dan layanan menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata.
“Keterlibatan masyarakat sangat penting, karena mereka adalah bagian dari ekosistem wisata. Dengan pengelolaan yang baik, manfaat ekonomi juga bisa dirasakan langsung oleh warga,” jelasnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pulau Dua semakin dikenal luas melalui promosi digital dan media sosial. Foto-foto panorama pulau yang tersebar di berbagai platform berhasil menarik minat wisatawan untuk datang langsung.
Baca Juga: Pesona Pulau Gosong Aceh Barat Daya, Surga Tersembunyi di Ujung Serangga
Meski demikian, peningkatan jumlah pengunjung juga perlu diimbangi dengan pengelolaan yang baik agar tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. Upaya menjaga keseimbangan antara pengembangan wisata dan pelestarian alam menjadi hal yang sangat penting.
“Pengembangan wisata harus tetap memperhatikan keseimbangan alam. Kita ingin Pulau Dua berkembang, tetapi tetap menjaga keasliannya,” ujar Warisatul Ambia.
Pada akhirnya, Pulau Dua bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang yang mempertemukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan kehidupan masyarakat pesisir. Di antara debur ombak dan deretan pohon kelapa, pulau ini menghadirkan pengalaman yang sederhana namun berkesan.
Baca Juga: Sungai Kluet Aceh Selatan: Surga Arung Jeram dan Wisata Alam Tersembunyi di Gampong Malaka
Bagi siapa saja yang berkunjung, Pulau Dua tidak hanya untuk dilihat, tetapi juga untuk dirasakan. Sebuah tempat di mana laut, legenda, dan ketenangan menyatu, meninggalkan jejak pengalaman yang sulit dilupakan.

