SPS USK Gelar Kuliah Umum Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan di Milad ke-23

KOALISI.co - Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (SPS USK) menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan” pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Mini Theater SPS USK. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Milad ke-23 SPS USK.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Direktur Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Hizir, didampingi Wakil Direktur Akademik, Dr. Mhd. Ikhsan Sulaiman, S.TP., M.Si., IPU, ASEAN Eng. Dalam sambutannya, Prof. Hizir menekankan betapa pentingnya pendidikan pascasarjana dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, terutama di provinsi Aceh yang kaya akan sumber daya alam.
Empat pemateri hadir dalam kuliah umum tersebut, masing-masing dari lembaga strategis di Aceh dan nasional, Dr. Zulfadli, SP., MP, Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dr. Ir. H. Mahyuddin, SP, MP., IPU, Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari/Wilayah I, diwakili oleh Tri Joko Pitoyo, S.Hut., M.Si, Budi Setiawan, SP., M.Si, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan/BPKH Wilayah XVIII, Ir. Subhan, S.Hut., M.Si., IPM (Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser – BBTNGL.
Keempat narasumber tersebut memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya alam, konservasi hutan, dan kebijakan kehutanan di level regional maupun nasional.
Acara dipandu oleh Dr. Ir. Purwana Satriya, S.TP., M.T., IPM, selaku Koordinator Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam (MPSDA) SPS USK. Peserta terdiri dari mahasiswa pascasarjana, akademisi, praktisi pengelolaan lingkungan, serta pemangku kebijakan. Antusiasme peserta sangat tinggi, mencerminkan meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan dan sumber daya alam di Aceh maupun Indonesia secara lebih luas.
Dalam sesi pemaparan, para narasumber menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Mereka menyoroti tantangan besar seperti perubahan iklim, tekanan terhadap kawasan hutan, krisis keanekaragaman hayati, serta rendahnya praktik pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Menurut mereka, kolaborasi antara pengalaman lapangan dan kajian akademik sangat dibutuhkan agar kebijakan pengelolaan alam ke depan bisa bersifat ilmiah dan aplikatif.
Kuliah umum ini juga membuka peluang strategis: mahasiswa dan peneliti bisa memperluas wawasan, memperkuat jaringan dengan pengambil kebijakan, serta memahami dinamika terkini konservasi dan pengelolaan hutan. Kehadiran pejabat kehutanan memberi nilai tambah karena peserta mendapatkan informasi langsung terkait kebijakan terbaru mengenai pengelolaan kawasan hutan dan perlindungan keanekaragaman hayati di Aceh.
Kegiatan ini bersifat gratis, dan seluruh peserta mendapat e-sertifikat. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan yang disediakan panitia. Karena kuota terbatas, pendaftaran ditutup lebih awal setelah penuh diisi oleh peserta dari berbagai wilayah.
Melalui acara ini, SPS USK menegaskan kembali komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong isu keberlanjutan dan pembangunan berwawasan lingkungan. Kehadiran para pakar diharapkan dapat menginspirasi peserta untuk terus berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya alam yang lebih cermat, ilmiah, dan berpandangan masa depan.




Komentar