Update Dampak Banjir Bandang Aceh Utara Menghilangkan 3.474 Unit Rumah, 190 Orang Meninggal

KOALISI.co - Dampak musibah banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara semakin jelas tercatat. Berdasarkan data dari Pusat Informasi Posko Bencana Banjir setempat, sebanyak 72.331 unit rumah terendam air, dengan 3.474 di antaranya hilang total. Selain itu, 6.234 unit rumah rusak berat, 7.972 unit rusak sedang, dan 20.886 unit rusak ringan, Selasa (23/12/2025).
Dalam hal korban jiwa, jumlah orang yang meninggal dunia mencapai 190 orang, 9 orang masih dalam status hilang, serta 2.127 orang mengalami luka-luka.
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, menyampaikan bahwa sebagian warga dengan kondisi rumah yang masih layak telah kembali ke tempat tinggal masing-masing. Namun, mereka yang rumahnya rusak parah hingga tertimbun lumpur atau bahkan hilang masih harus bertahan di tempat pengungsian.
"Sebagian warga sudah pulang kerumahnya masing-masing, untuk warga yang kondisi rumahnya rusak parah tertimbun lumpur bahkan hilang masih bertahan hingga saat ini," ujarnya dalam wawancara dengan KOALISI.co pada Selasa (23/12).
Pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pemasangan tenda permanen di lokasi terdampak. "Sembari menunggu hunian sementara kita sudah meminta tenda permanen ke BNPB karena pengungsi akan bertahan cukup lama di tempat pengungsian," jelasnya.
Menurut Ismail A Jalil, Pemkab Aceh Utara telah melakukan pendataan dampak kerusakan secara menyeluruh dengan menggerakkan para camat dan kepala desa. Data tersebut juga sudah dilaporkan ke pemerintah pusat.
Baca juga: Banjir Bandang Akhir November Pasang Kerugian Pertanian Aceh Lebih dari Rp 1 Triliun
"Kita sudah data dengan baik dan sudah dilaporkan ke pemerintah pusat. Kemarin kita sampaikan ke BNPB terkait hunian sementara mau dibangun BNPB seluruhnya atau dibagi TNI/Polri maupun pemerintah daerah, intinya dibangun secepatnya," tutupnya.
Selain pemukiman penduduk, banjir bandang dan longsor juga meluluhlantakkan berbagai fasilitas publik seperti sarana kesehatan, pendidikan, dan tempat ibadah. Saat ini, puluhan ribu warga masih berada di tempat pengungsian.(*)




Komentar