Update Korban Banjir Di Aceh Utara Terus Bertambah, 121 Jiwa Tewas dan 118 Jiwa Dilaporkan Hilang
KOALISI.co - Update Korban Banjir dan Longsor Di Kabupaten Aceh Utara Terus Bertambah, Sebanyak 121 Jiwa Tewas dan 118 Jiwa Dilaporkan Hilang, Rabu,( 03/12/2025).
BPBD Aceh Utara mencatat jumlah korban banjir dan longsor terus bertambah memasuki hari ke -12 Aceh Utara dikepung musibah banjir besar.
Laporan BPBD Sebanyak 121 jiwa dilaporkan tewas dan 118 dinyatakan hilang akibat banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Utara.
Baca juga: Update Banjir Aceh Utara: Ratusan Rumah Rusak, Warga Masih Mengungsi di Langkahan
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil mengatakan Pemerintah masih fokus pencarian dan penyelamatan korban serta penanganan pengungsi yang mencapai 115.015 jiwa dari 34.506 KK terdampak.
"Kelompok paling rentan saat ini membutuhkan penanganan khusus, seperti ibu hamil 198 jiwa, balita 1.251 jiwa, lansia 1.687 jiwa, penyandang disabilitas 54 jiwa, butuh penanganan khusus di pengungsian,”.Ujar Ismail A Jalil Bupati Aceh Utara.
Dikatakan Ismail A Jalil alias Ayah WA kerusakan rumah penduduk mencapai 34.526 unit, sementara yang berdampak banjir mencapai 163.985 jiwa tersebar di 447 lokasi pengungsian
Baca juga: Jalur Aceh Tamiang-Medan Kembali Normal Pasca Banjir Bandang dan Longsor
“Data kerusakan juga semakin meningkat seiring berhasil menembus akses ke daerah terisolasi yang dulunya datanya belum masuk akibat listrik padam, akses jalan dan saluran komunikasi blockout (lumpuh total),” Ungkapnya.
Ayah Wa menambahkan, Banjir dan longsor juga menyebabkan fasilitas kesehatan di Aceh Utara mengalami kerusakan sebanyak 24 unit puskesmas rusak dan satu rumah sakit, 23 pustu dan enam posyandu mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Sementara itu, fasilitas pendidikan seperti 369 Sekolah, tempat ibadah 32 unit Masjid, 16 menasah dan 211 unit Pondok Pesantren atau Dayah serta 106 ruas jalan, 36 unit jembatan rusak diterjang dahsyatnya banjir
“Aceh Utara butuh dukungan semua pihak dengan kerusakan yang begitu dahsyat, saat ini masih ada titik pengungsian yang masih terisolasi dan belum bisa di lalui jalur darat, kami minta bantuan logistik dikirim melalui udara jangan sampai rakyat Aceh Utara matu kelaparan , "Tutupnya.(*)

