Meuseuraya Festival 2025 Resmi Dibuka di Balee Meuseuraya Aceh, UMKM dan Seni Islami Jadi Sorotan

Meuseuraya Festival 2025 resmi dibuka di Balee Meuseuraya Aceh, Kota Banda Aceh, pada Rabu (24/9/2025) malam. Foto: Kanal YT Bank Indonesia Aceh.

KOALISI.co - Meuseuraya Festival 2025 resmi dibuka di Balee Meuseuraya Aceh, Kota Banda Aceh, pada Rabu (24/9/2025) malam. Festival ini menampilkan kolaborasi antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan seni Islami, sehingga menjadi wadah yang memadukan ekonomi kreatif dengan budaya keislaman khas Aceh.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri berbagai kalangan, termasuk pejabat daerah, komunitas seni, pelaku UMKM, serta masyarakat umum. Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga momentum penting dalam mendukung perekonomian masyarakat Aceh melalui sektor UMKM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan UMKM menjadi prioritas dalam mendukung perekonomian daerah.

Baca Juga: Meuseuraya Festival 2025 Siap Digelar Malam Ini, Sajikan Kolaborasi UMKM hingga Seni Islami

Menurutnya, Bank Indonesia berperan tidak hanya menjaga stabilitas moneter, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui pemberdayaan UMKM.

“Kami berharap Meuseuraya Festival dapat menjadi platform strategis untuk memperkenalkan produk-produk UMKM Aceh, sekaligus melestarikan seni Islami yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Aceh,” kata Agus Chusaini.

Ia juga menambahkan bahwa Bank Indonesia Aceh akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, serta sektor swasta agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga: Ekonomi Aceh Tumbuh 4,82 Persen pada Triwulan II 2025, BI Gelar Meuseuraya Festival

Selain UMKM, festival ini juga menampilkan beragam seni Islami, seperti penampilan hadrah, syair, nasyid, hingga tarian tradisional Islami.

"Kehadiran seni Islami menjadi daya tarik tersendiri, karena menyajikan nuansa religius sekaligus memperkuat identitas budaya Aceh di tengah masyarakat modern," ujar Agus Chusaini.

Pertunjukan seni ini berhasil memikat pengunjung, khususnya generasi muda, yang sekaligus menjadi sarana edukasi bahwa budaya Aceh memiliki kekayaan nilai Islami yang perlu terus dijaga.

Baca Juga: Deretan Jadwal Festival Meseuraya 2025: Bank Indonesia Aceh Angkat Tema Ekonomi Syariah Inklusif

Agenda Meuseuraya Festival 2025

Rangkaian acara Meuseuraya Festival 2025 meliputi:
- Bazaar UMKM dengan ratusan produk lokal.
- Pentas seni Islami berupa hadrah, nasyid, puisi, dan tarian tradisional.
- Workshop dan talkshow bersama pelaku UMKM dan praktisi kreatif.
- Kolaborasi komunitas lokal untuk memperkuat jejaring kreatif di Aceh.

Salah satu sesi yang banyak ditunggu adalah talkshow interaktif tentang strategi pemasaran digital, branding, dan akses pembiayaan bagi UMKM. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari akademisi, pemerintah daerah, serta pelaku usaha sukses di Aceh.

Manfaat bagi Ekonomi dan Budaya Aceh

Agus Chusaini menambahkan, Festival ini diharapkan membawa sejumlah manfaat, di antaranya peningkatan omset UMKM, promosi produk lokal hingga tingkat nasional, serta pelestarian budaya Islami.

Selain itu, festival ini juga mendorong lahirnya ekosistem kreatif baru yang melibatkan generasi muda, komunitas seni, dan pelaku usaha.

Dengan adanya dukungan dari Bank Indonesia, festival ini juga memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM dan budaya tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus melibatkan sinergi lintas sektor

"Meuseuraya Festival 2025 membuktikan bahwa Aceh memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya Islami," terangnya.

Bank Indonesia Provinsi Aceh berharap festival ini tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan menjadi agenda tahunan yang memberi dampak nyata bagi perekonomian dan budaya masyarakat.

"Dengan antusiasme masyarakat dan dukungan pemerintah serta lembaga keuangan, festival ini diyakini mampu menjadi ikon baru Aceh dalam menggabungkan potensi UMKM dan kekayaan seni Islami," tutupnya. (*)

Komentar

Loading...