Ajang Promosi UMKM: Meuseuraya Festival 2025 Disambut Antusias Masyarakat Aceh

KOALISI.co - Festival Meuseuraya 2025 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Aceh di Balee Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh, pada Sabtu (27/9/2025) menjadi magnet tersendiri bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan masyarakat.
Gelaran tahunan ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan wadah strategis untuk memperkenalkan produk lokal Aceh agar lebih dikenal luas, baik di dalam maupun luar daerah.
Salah satu pelaku UMKM yang turut ambil bagian adalah Mauriska Amalia (27), pemilik brand bumbu masak instan “Alubu Food” asal Banda Aceh. Usaha ini berdiri sejak 2023 dengan mengangkat cita rasa khas Aceh melalui perpaduan rempah asli Tanah Rencong.
Baca Juga: Meuseuraya Festival 2025 Resmi Dibuka di Balee Meuseuraya Aceh, UMKM dan Seni Islami Jadi Sorotan
Produk yang ditawarkan hadir dengan kemasan modern namun tetap mempertahankan keaslian rasa masakan Aceh.
Saat ini, Alubu Food memiliki empat varian unggulan, yakni bumbu mie Aceh original, mie Aceh pedas, bumbu ayam tangkap, dan bumbu keumamah.
Mauriska menjelaskan bahwa keikutsertaannya dalam festival ini memberikan peluang besar, tidak hanya untuk menambah omzet, tetapi lebih jauh lagi memperluas pengenalan merek.
“Dengan mengikuti acara ini, memang sedikit membantu dalam menambah penjualan. Namun tujuan utama kami adalah memperkenalkan produk Alubu Food lebih luas lagi. Festival ini menjadi ajang promosi yang sangat efektif,” ujarnya.
Baca Juga: Meuseuraya Festival 2025 Siap Digelar, Sajikan Kolaborasi UMKM hingga Seni Islami
Respon pengunjung, menurut Mauriska, cukup menggembirakan. Banyak masyarakat Aceh yang tinggal di luar daerah menyatakan kerinduan pada cita rasa asli kampung halaman, dan produk bumbu instan ini menjadi jawaban praktis.
“Rasanya sangat asli, sama seperti masakan Aceh di rumah,” tambahnya. Ia juga berharap agar festival semacam ini bisa digelar rutin, bahkan melibatkan UMKM untuk tampil di event yang diselenggarakan Bank Indonesia di luar daerah. Dengan begitu, produk lokal bisa langsung dinikmati oleh masyarakat luar Aceh.

Selain kuliner, UMKM di sektor fesyen juga unjuk gigi. Yuyun Gentari (41), pemilik brand tas etnik Aceh “Publoe” asal Aceh Utara, turut serta memamerkan produknya.
Usaha yang telah dirintis sejak 2019 ini memadukan nuansa tradisional dengan desain kekinian sehingga mampu bersaing dengan tren mode yang berkembang.
Baca Juga: Ekonomi Aceh Tumbuh 4,82 Persen pada Triwulan II 2025, BI Gelar Meuseuraya Festival
“Kami ingin menunjukkan bahwa produk Aceh tidak kalah stylish dengan produk dari luar. Tas etnik buatan kami memiliki nilai budaya sekaligus mengikuti tren modern, sehingga peminatnya terus bertumbuh,” tutur Yuyun.
Dari sisi omzet, Yuyun mengakui adanya peningkatan meski tidak signifikan. Bantuan berupa kupon belanja dari Bank Indonesia cukup membantu transaksi di stan miliknya.
Namun, ia menyadari kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih menjadi tantangan tersendiri. Kendati demikian, respon positif pengunjung terhadap produk Publoe membuatnya optimis.
“Pengunjung suka dengan model tas yang kami buat. Harapannya, acara seperti ini bisa lebih sering dilakukan dan informasinya disebarkan lebih luas lagi, agar masyarakat lebih banyak yang tahu dan hadir,” katanya menambahkan.

Baca Juga: Deretan Jadwal Festival Meseuraya 2025: Bank Indonesia Aceh Angkat Tema Ekonomi Syariah Inklusif
Antusiasme pengunjung juga terlihat dari testimoni Muhammad Ilham, warga Aceh Selatan yang datang bersama keluarganya. Ia menilai Festival Meuseuraya menjadi ruang positif untuk memperkenalkan budaya, kuliner, dan karya kreatif Aceh kepada generasi muda.
“Kami sangat senang bisa hadir, karena anak-anak juga bisa melihat langsung keanekaragaman produk Aceh di satu tempat,” ungkapnya.
Agenda Menarik
Festival Meuseuraya 2025 tidak hanya menghadirkan expo UMKM, tetapi juga berbagai agenda menarik. Pada Sabtu, acara diwarnai dengan demo masak Taste of Aceh pukul 08.30 WIB, seminar Level Up UMKM, kompetisi QRISH Hip-hop pukul 15.00 WIB, lomba Ranking 1 CBP pukul 16.00 WIB, serta lomba tari Ratoh Raroe pada malam harinya.
Kemeriahan berlanjut pada Minggu (28/9/2025) dengan lomba mewarnai, jalan sehat QRIS, Kejuaraan Sepatu Roda Open Tournament 2025, hingga penutupan resmi festival. Seluruh rangkaian acara ini semakin menguatkan posisi Meuseuraya Festival sebagai salah satu agenda besar tahunan di Aceh yang mampu menyatukan seni, budaya, olahraga, dan ekonomi kreatif.
Ruang Nyata UMKM Aceh
Kehadiran Bank Indonesia sebagai penyelenggara mendapat apresiasi luas, terutama karena memberi ruang nyata bagi UMKM lokal untuk naik kelas. Festival ini bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi produk Aceh agar lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.
Pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan ini berharap agar ke depan Bank Indonesia Aceh tidak hanya mengadakan acara serupa di daerah, tetapi juga membawa UMKM Aceh ke panggung nasional maupun internasional. Dengan begitu, cita rasa dan karya khas Aceh bisa lebih cepat menembus pasar global. (*)




Komentar