Hujan Deras Dua Hari, Banjir Rendam 9 Gampong di Aceh Utara

Petugas kepolisian pantau jalan tergenang banjir di Aceh Utara, air meluap akibat hujan deras dan luapan sungai, warga diimbau tetap siaga.

KOALISI.co – Curah hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur selama dua hari berturut-turut disertai angin kencang, menyebabkan banjir merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara, Kamis (14/5/2026).

Luapan air dari dua sungai besar, yaitu Krueng Keureto dan Krueng Pirak, meluap hingga masuk ke pemukiman warga di dua kecamatan, yakni Matang Kuli dan Pirak Timu. Menanggapi hal ini, jajaran Polres Aceh Utara dan Polsek setempat terus melakukan pemantauan ketat perkembangan debit air guna mengantisipasi dampak yang lebih luas serta menjaga keselamatan warga.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H. melalui Kepala Seksi Humas, AKP Bambang, menjelaskan bahwa banjir ini dipicu meningkatnya volume air secara drastis di kedua aliran sungai tersebut akibat hujan terus-menerus turun baik di wilayah hilir maupun kawasan hulu. Kondisi ini membuat kapasitas sungai tidak lagi mampu menampung air, sehingga air bah mengalir deras ke permukiman.

Baca juga: Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

"Curah hujan tinggi selama dua hari terakhir mengakibatkan debit air Krueng Keureto dan Krueng Pirak meningkat hingga meluap ke permukiman masyarakat," ujar AKP Bambang.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribrata News, di Kecamatan Matang Kuli tercatat ada empat gampong yang tergenang air, meliputi Gampong Pante Pirak, Lawang, Matang Munye, dan Lubuk Pirak.

Sementara itu, di Kecamatan Pirak Timu, genangan air merendam lima gampong, yaitu Gampong Meunye Tujoh, Teupin U, Ceumeucet, Leupe, dan Gampong Krueng Pirak. Tinggi muka air di sejumlah titik bervariasi, rata-rata mencapai 30 hingga 40 sentimeter.

Baca juga: Karateka Aceh Raih Emas dan Perak di Kejurnas PB FORKI IV Bandung, Sulaiman, SE; Kita Bangga!

Meski hingga saat ini intensitas hujan sudah mulai mereda dan berhenti, pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan ancaman banjir masih mengintai. Hal ini mengingat kondisi curah hujan yang masih berpotensi turun deras di wilayah hulu, yang aliran airnya bermuara ke wilayah Aceh Utara.

"Saat ini hujan sudah berhenti namun tidak menutup kemungkinan jika curah hujan terus tinggi di hulu, rumah warga di kemukiman dan gampong yang lain akan ikut terdampak," pungkas AKP Bambang.

Pihaknya memastikan personel di lapangan akan terus siaga dan memantau perkembangan situasi setiap saat. Warga yang tinggal di daerah aliran sungai atau wilayah rawan banjir diimbau untuk tetap waspada, siaga bencana, dan segera mengamankan barang berharga serta anggota keluarga jika debit air kembali naik secara tiba-tiba.

Komentar

Loading...