LPM Al-Kalam UIN SUNA Gelar Pelatihan Jurnalistik, Libatkan 50 Mahasiswa dan Siswa

KOALISI.co - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Kalam Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) pada 2–3 November 2026.
Kegiatan tahunan tersebut diikuti 50 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan siswa sekolah menengah atas (SMA) dengan mengusung tema “Write It, Shoot It, Tell It: Satu Fakta, Seribu Cerita”.
PJTD merupakan program tahunan LPM Al-Kalam yang bertujuan meningkatkan kemampuan jurnalistik kru dan peserta.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu tahapan pengesahan status keanggotaan dari Kru Baru menjadi Kru Aktif sesuai dengan ketentuan Anggaran Rumah Tangga (ART) LPM Al-Kalam.
Dalam ART Bab II tentang Keanggotaan Pasal 3 ayat (2) disebutkan, “Anggota penuh adalah anggota yang telah mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang diadakan oleh LPM Al-Kalam UIN SUNA Lhokseumawe.”
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III UIN SUNA Lhokseumawe, Darmadi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi LPM Al-Kalam yang telah menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dengan melibatkan mahasiswa dan siswa.
Baca Juga: Prof Danial Lantik IKA UIN SUNA, Berikut Susunan Pengurus
“Menulis membuat seseorang dikenal. Melalui tulisan, orang lain dapat mengenal pemikiran, pengalaman, dan karya kita. Karya yang diterbitkan di media massa dapat dibaca oleh banyak orang, bahkan bertahun-tahun kemudian. Jangan menjadikan popularitas atau uang sebagai tujuan utama,” ujar Darmadi sebelum membuka kegiatan.
Seremoni pembukaan turut dihadiri perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa/Unit Kegiatan Khusus (UKM/UKK), organisasi mahasiswa (ormawa), peserta dari kalangan mahasiswa yang merupakan Kru Baru LPM Al-Kalam angkatan 2025, serta siswa dari sejumlah sekolah di Lhokseumawe dan Aceh Utara. Kegiatan pembukaan ditutup dengan pembacaan doa oleh Faris Kurniawan dan sesi foto bersama.
Ketua Panitia, Tiara Khalisna, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 50 peserta, yang terdiri atas 34 siswa dan 16 mahasiswa.
Ia juga menjelaskan makna tema yang diusung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, tema “Write It, Shoot It, Tell It” berkaitan dengan materi pelatihan penulisan feature dan video jurnalistik.
“Pemilihan Write It sangat relevan dengan pelatihan menulis feature, Shoot It dengan pelatihan video jurnalistik, serta Tell It bermaksud bahwa setelah ditulis dan direkam, karya tersebut dipublikasikan. Sementara itu, ‘Satu Fakta, Seribu Cerita’ sangat menggambarkan pelatihan feature, karena dari satu fakta kita bisa menghasilkan karya dengan sudut pandang yang berbeda,” ujarnya.
Berdasarkan data panitia, peserta dari kalangan siswa berasal dari lima sekolah, yakni SMA Negeri 2 Lhokseumawe sebanyak 11 orang, SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu tujuh orang, MAN Kota Lhokseumawe tujuh orang, SMK Negeri 8 Lhokseumawe enam orang, serta SMA Islam Terpadu (SMA IT) Dataqu Imam Syafi'i tiga orang. Sementara itu, peserta dari kalangan mahasiswa berjumlah 16 orang.
Baca Juga: Rektor UIN SUNA Lhokseumawe Lantik 16 Pejabat Baru, Ini Namanya
Selanjutnya, Pemimpin Umum LPM Al-Kalam periode 2026/2027, Zahira Putri Meola, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Zahira menyebutkan sejumlah pihak yang turut memberikan dukungan, yakni Moment.photobooth, CPA LPM Al-Kalam, Radar Aceh, WASPADA.id, Durasi TV, Koalisi.co, New Banda Aceh, LPM Al-Itqan, Media Literasi, UKM Sumber Post, UKPM Zawiyah News, LPM Bahana Mahasiswa, LPM Gema Justisia, UKM DKTV, UKM Pers DETaK, UKPM Teknokra, CEO Aceh, Info Aceh Utara, dan Liputan Investigasi.com.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat membantu peserta mengembangkan kemampuan menulis, mengambil gambar, dan menyampaikan informasi berdasarkan fakta.
Pada hari pertama, peserta mengikuti materi penulisan feature news yang disampaikan Anita Diana, reporter RRI Lhokseumawe.
Materi berlangsung pukul 11.00–14.00 WIB dan membahas pengertian, tujuan, karakteristik, serta perbedaan feature news dengan berita lugas. Peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik menyusun lead atau paragraf pembuka feature yang menarik.
“Kalau gaya penulisan kita menarik, orang jadi semangat untuk membacanya hingga akhir,” ujar Anita.
Selain itu, Anita menekankan pentingnya bagi seorang jurnalis untuk menyampaikan informasi berdasarkan fakta, melakukan verifikasi, serta memastikan ketepatan dan keakuratan informasi sebelum dipublikasikan.
Baca Juga: Mahasiswa UIN SUNA Terdampak Banjir Terima Bantuan Bank Muamalat
Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, Anita juga mengadakan sejumlah permainan dan tugas kelompok.
Peserta dibagi menjadi empat kelompok, kemudian masing-masing diberikan tema untuk menghasilkan karya feature news.
Setelah sesi materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata kepada pemateri dan foto bersama.
Selanjutnya, peserta mengikuti istirahat, salat, dan makan (isoma) sebelum mengerjakan karya feature sebagai bagian dari praktik pelatihan pada hari pertama.
Memasuki hari kedua, Selasa (3/11/2026), kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan dipandu oleh pembawa acara, Juramaida Ziliwu.
Sesi materi dipandu oleh moderator Nurul Fadila dengan menghadirkan Slamet Abdullah, jurnalis Metro TV, sebagai pemateri kedua.
Dalam pemaparannya, Slamet menjelaskan pentingnya kemampuan mengolah dan menyajikan informasi melalui media audiovisual agar pesan yang disampaikan lebih menarik, jelas, dan mudah dipahami.
Peserta juga diperkenalkan dengan teknik pengambilan gambar, penyusunan video, serta cara menyampaikan suatu peristiwa melalui visual yang sesuai dengan fakta.
Baca Juga: UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Raih Akreditasi Unggul
Selain itu, Slamet turut menyampaikan materi mengenai penyuntingan video. Sesi pemaparan materi berlangsung hingga pukul 11.30 WIB dan ditutup dengan penyerahan cendera mata serta foto bersama.
Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik pembuatan video jurnalistik yang dibagi menjadi tujuh kelompok.
Setiap kelompok diminta menuliskan tema liputan pada papan tulis yang telah disediakan panitia untuk menghindari kesamaan tema antarkelompok.
Usai praktik, kegiatan dilanjutkan dengan isoma, kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah dan sertifikat kepada peserta.
Panitia menyediakan beberapa kategori penghargaan, yakni dua karya feature news terbaik untuk kategori siswa dan mahasiswa, dua kelompok video jurnalistik terbaik, satu peserta terbaik, satu pemenang tantangan menarik kesimpulan, serta satu peserta dengan jumlah tanda suka (like) terbanyak pada unggahan twibbon kegiatan.




Komentar