Banjir Meluas, Pemerintah Aceh Utara Tetapkan Status Siaga Bencana

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil (Ayah Wa) menembus hujan untuk mengantarkan bantuan ke korban banjir yang mengungsi pada Minggu (23/11/2025). Foto: Pemkab Aceh Utara.

KOALISI.co – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menetapkan status siaga bencana banjir menyusul meluasnya dampak banjir di wilayah tersebut. Keputusan ini ditandatangani oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil, MM (Ayah Wa), pada hari Minggu, 23 November 2025.

Bupati Ismail A Jalil telah meninjau langsung sejumlah lokasi bencana dan pengungsian, serta menyalurkan bantuan masa panik kepada para korban terdampak.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara pada Senin, 24 November 2025 pukul 23.30 WIB, banjir telah meluas dan berdampak pada 4.555 jiwa (2.723 KK). Sebanyak 1.754 jiwa (589 KK) terpaksa mengungsi. Di antara pengungsi, terdapat 65 ibu hamil, 366 balita, 154 lansia, dan 6 penyandang disabilitas.

Baca juga: Hujan Deras Picu Banjir di Aceh Utara, Bupati Ayah Wa Tinjau Lokasi dan Salurkan Bantuan

Banjir yang dipicu oleh pendangkalan sungai dan muara, curah hujan tinggi, serta luapan sungai ini telah merendam delapan kecamatan, yaitu Tanah Jambo Aye, Seuneddon, Baktia Barat, Langkahan, Samudera, Syamtalira Aron, Lapang, dan Muara Batu.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan 616 hektare sawah dan 555 tambak terendam. Sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik seperti sekolah, perkantoran, tempat ibadah, dayah, rumah warga, serta akses jalan di beberapa lokasi juga tidak luput dari dampak banjir.

Pemerintah Aceh Utara, melalui BPBD dan instansi terkait, terus berkoordinasi dan melakukan evakuasi terhadap warga terdampak.

Baca juga: Bupati Aceh Utara Minta Camat dan Pejabat Tetap Siaga di Musim Hujan

Bupati juga telah menginstruksikan tenaga kesehatan untuk melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi kesehatan para pengungsi, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, balita, lansia, dan penyandang disabilitas.

Langkah-langkah penanganan darurat terus diupayakan untuk meminimalkan dampak banjir dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.(*)

Komentar

Loading...