Haji Uma Apresiasi Polres Bireuen Gagalkan Peredaran 10,6 Kg Sabu, Minta Jaringan Besar Dibongkar

KOALISI.co – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Bireuen atas keberhasilan menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 10.605,92 gram atau sekitar 10,6 kilogram. Ia menilai pengungkapan tersebut menjadi bukti nyata komitmen aparat kepolisian dalam memerangi kejahatan narkotika yang terus mengancam masa depan generasi muda Aceh.
Apresiasi tersebut disampaikan Haji Uma kepada Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.I.K., Kasat Reserse Narkoba Polres Bireuen AKP Fakhrurazi, S.Si., M.S.M., beserta seluruh personel yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut.
Menurut Haji Uma, keberhasilan mengamankan lebih dari 10 kilogram sabu merupakan prestasi besar yang patut mendapat penghargaan. Pasalnya, peredaran narkotika dalam jumlah tersebut berpotensi merusak kehidupan ribuan masyarakat, terutama kalangan generasi muda yang menjadi sasaran utama para bandar narkoba.
Baca Juga: Haji Uma Ajak Generasi Muda Bangun Aceh Emas dengan Kompetensi dan Kepemimpinan
"Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, Kasat Reserse Narkoba AKP Fakhrurazi, beserta seluruh personel yang telah bekerja keras mengungkap peredaran sabu dalam jumlah besar ini. Keberhasilan tersebut telah menyelamatkan ribuan masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman bahaya narkotika," kata Haji Uma, Senin (3/8/2026).
Anggota Komite I DPD RI itu menilai, pengungkapan kasus tersebut tidak boleh berhenti hanya pada penangkapan pelaku di lapangan. Ia meminta aparat kepolisian terus mengembangkan penyidikan hingga mampu mengungkap seluruh jaringan yang terlibat, termasuk menangkap para bandar, pemasok, pengendali, maupun pihak-pihak yang masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).
Menurutnya, pemberantasan narkotika harus dilakukan secara menyeluruh agar mata rantai peredaran barang haram tersebut benar-benar dapat diputus.
Baca Juga: Haji Uma Apresiasi Aipda Maulizar atas Aksi Heroik saat Banjir Bandang
"Saya berharap penyidikan terus dikembangkan hingga seluruh jaringan dapat diungkap. Jangan berhenti pada kurir atau pelaku lapangan saja, tetapi harus menyentuh pemasok, pengendali, hingga aktor utama di balik jaringan ini. Negara tidak boleh kalah melawan sindikat narkotika," tegasnya.
Haji Uma juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah memberikan informasi kepada aparat kepolisian sehingga kasus tersebut berhasil diungkap. Ia menilai kolaborasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum menjadi faktor penting dalam upaya memerangi peredaran narkotika di Aceh.
Menurutnya, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut membuktikan bahwa partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkoba.
Baca Juga: Haji Uma Kunjungi Desa Terisolir Banjir Bandang Aceh Timur, Desak Percepat Hunian Sementara
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat sangat penting. Saya mengajak seluruh masyarakat Aceh agar tidak ragu memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Identitas pelapor tentu harus dilindungi sehingga masyarakat merasa aman membantu aparat," ujarnya.
Haji Uma menegaskan, narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak hanya merusak kesehatan penggunanya, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda serta mengancam stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan masyarakat.
Sebagai Anggota Komite I DPD RI yang membidangi pemerintahan, politik, hukum, dan keamanan, Haji Uma memastikan akan terus mendukung berbagai langkah aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkotika di Aceh. Ia juga mendorong penguatan koordinasi lintas instansi agar jaringan narkoba dapat diberantas hingga ke akar-akarnya.
"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyatakan perang terhadap narkoba. Mari kita lindungi anak-anak dan generasi muda Aceh dari ancaman narkotika demi mewujudkan Aceh yang lebih aman, sehat, dan bermartabat," tutup Haji Uma.




Komentar