Masjid Raya Baiturrahman, Ikon Wisata Religi dan Simbol Ketangguhan Aceh

Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh menjadi ikon wisata religi sekaligus simbol ketangguhan masyarakat Aceh yang bertahan melewati berbagai peristiwa sejarah. Foto: HO/For.KOALISI.co.

KOALISI.co – Berdiri megah di pusat Kota Banda Aceh, Masjid Raya Baiturrahman menjadi salah satu ikon paling terkenal di Aceh sekaligus destinasi wisata religi yang selalu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara. Tak hanya menjadi tempat ibadah umat Islam, masjid bersejarah ini juga merepresentasikan perjalanan panjang peradaban, budaya, dan semangat masyarakat Aceh dalam menghadapi berbagai peristiwa sejarah.

Dengan kubah-kubah hitam yang menjulang anggun serta arsitektur yang memukau, Masjid Raya Baiturrahman telah lama menjadi simbol kebanggaan masyarakat Aceh. Keberadaannya tidak hanya memperkuat identitas Serambi Mekkah, tetapi juga menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah dan kebudayaan Aceh.

Masjid Raya Baiturrahman memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perjuangan rakyat Aceh. Berdasarkan catatan sejarah, masjid ini pertama kali dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda sekitar tahun 1612.

Baca Juga: Berdiri Kokoh di Tengah Tsunami, Masjid Baiturrahim Jadi Simbol Kebangkitan Aceh

Namun, bangunan tersebut hangus terbakar saat agresi militer Belanda pada 1873. Sebagai bagian dari upaya meredam perlawanan rakyat Aceh, pemerintah kolonial kemudian membangun kembali masjid tersebut pada 1879 dan mulai difungsikan sebagai tempat ibadah pada 1881.

Pada awal pembangunannya, masyarakat Aceh sempat menolak masjid yang didirikan pemerintah kolonial tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, Masjid Raya Baiturrahman justru tumbuh menjadi pusat aktivitas keagamaan dan simbol persatuan masyarakat Aceh. Berbagai renovasi dan pengembangan terus dilakukan hingga menjadikannya sebagai salah satu masjid termegah di Indonesia.

Memasuki kawasan masjid, pengunjung akan disambut hamparan pelataran luas yang dilapisi marmer putih mengelilingi bangunan utama. Suasana semakin indah dengan kehadiran payung-payung elektrik raksasa yang terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah. Saat terbuka, payung tersebut memberikan keteduhan bagi jamaah maupun wisatawan yang beraktivitas di halaman masjid.

Baca Juga: Berdiri Sejak Abad ke-18, Masjid Tuha Ulee Kareng Jadi Ikon Wisata Religi Banda Aceh

Keindahan arsitektur Masjid Raya Baiturrahman merupakan perpaduan gaya Mughal, Timur Tengah, India, dan sentuhan arsitektur khas Aceh. Tujuh kubah berwarna hitam, menara yang menjulang tinggi, ukiran kaligrafi, serta ornamen artistik di berbagai sudut bangunan menjadikan masjid ini sebagai salah satu objek fotografi favorit wisatawan.

Di dalam ruang utama, suasana khusyuk langsung terasa. Ruang salat yang luas dihiasi lampu gantung berukuran besar, pilar-pilar kokoh, serta hamparan karpet merah yang tertata rapi. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Baiturrahman juga menjadi pusat dakwah, pendidikan Islam, dan berbagai kegiatan sosial masyarakat Aceh.

Nama Masjid Raya Baiturrahman semakin dikenal dunia setelah bencana tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Saat ribuan bangunan di Banda Aceh luluh lantak diterjang gelombang, masjid ini tetap berdiri kokoh. Foto-foto masjid yang bertahan di tengah puing-puing kehancuran kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia dan menjadi simbol harapan serta keteguhan masyarakat Aceh.

Baca Juga: Wisata Religi Masjid Giok Nagan Raya, Keindahan Batu Giok yang Memikat

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh, Masjid Raya Baiturrahman menjadi destinasi yang hampir selalu masuk dalam daftar kunjungan. Lokasinya yang berada di pusat kota memudahkan akses menuju berbagai objek wisata lain seperti Museum Aceh, Taman Sari Gunongan, hingga sentra kuliner khas Aceh.

Menjelang waktu salat, suasana masjid semakin ramai. Jamaah dari berbagai daerah berdatangan untuk menunaikan ibadah, sementara wisatawan tetap dapat menikmati keindahan arsitektur dengan tetap menjaga etika dan mematuhi aturan yang berlaku.

Inong Duta Wisata Banda Aceh, Cut Riska Adilla Muly, mengatakan Masjid Raya Baiturrahman merupakan ikon utama Aceh yang memiliki nilai sejarah, religi, dan arsitektur yang sangat tinggi.

Agam-Inong Kota Banda Aceh 2025. Foto: HO/For.KOALISI.co.

"Masjid Raya Baiturrahman merupakan ikon utama Aceh yang memiliki nilai sejarah, religi, dan arsitektur yang sangat kuat," kata Cut Riska, Kamis, (11/6/2026).

Menurutnya, pengelola masjid juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi wisatawan, seperti area penitipan alas kaki serta busana muslim bagi pengunjung yang membutuhkan. Cut Riska menambahkan, keberadaan Masjid Raya Baiturrahman bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Aceh, tetapi juga simbol ketangguhan yang mampu bertahan melewati berbagai peristiwa sejarah, termasuk bencana tsunami 2004.

Baca Juga: Masjid Agung Babussalam Sabang, Destinasi Wisata Religi yang Menenangkan di Gerbang Pulau Weh

"Apalagi keberadaan masjid ini juga menjadi simbol ketangguhan masyarakat Aceh yang tetap berdiri kokoh melewati berbagai peristiwa sejarah, termasuk bencana tsunami tahun 2004," ujarnya.

Bagi banyak orang, berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman bukan sekadar menikmati kemegahan bangunan bersejarah. Lebih dari itu, wisatawan akan memperoleh pengalaman spiritual sekaligus memahami perjalanan panjang peradaban Islam yang telah membentuk identitas Aceh hingga saat ini.

Komentar

Loading...