Ratusan Warga Cot Girek Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Upaya Putus Rantai TBC

KOALISI.co – Ratusan warga Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, antusias memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara sebagai bagian dari upaya mendeteksi sekaligus memutus mata rantai penularan Tuberkulosis (TBC).
Kegiatan melalui Program Tracing Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis tersebut berlangsung pada 16 hingga 17 September 2026 dan merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dilaksanakan secara terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah.
Warga yang mengikuti pemeriksaan berasal dari empat desa di Kecamatan Cot Girek, yakni Desa Cot Girek, Seuneubok Baroe, Cempeudak, dan Kampung Bantan.
Baca Juga: Angin Kencang Disertai Hujan Rusak Sejumlah Bangunan di Cot Girek, Tidak Ada Korban Jiwa
Kepala Puskesmas Cot Girek, Sadariah, SKM., M.Kes, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk menemukan secara dini masyarakat yang berpotensi terpapar TBC sekaligus mencegah penyebaran penyakit menular tersebut.
“Program ini prioritasnya agar penyebaran penyakit menular seperti TBC dapat terputus sebarannya. Ini merupakan program Kementerian Kesehatan dan terintegrasi dengan Dinas Kesehatan Aceh Utara,” ujar Sadariah.
Menurutnya, setiap desa mendapatkan sasaran skrining sebanyak 100 warga. Pemeriksaan meliputi pengecekan gula darah, tekanan darah serta pemeriksaan terhadap gejala batuk yang berpotensi mengarah pada TBC.
Baca Juga: HUT RI ke-81, Cot Girek Gelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih
Selain masyarakat umum, skrining juga diprioritaskan bagi warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, termasuk kontak serumah. Pemeriksaan juga menyasar kelompok yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi, seperti lanjut usia, perokok, serta masyarakat dengan diabetes melitus.
“Desa yang ada pasien TBC dilakukan skrining pada kontak serumah dan kontak erat dari pasien. Selain itu, dilakukan juga pada orang yang berisiko seperti lansia, perokok, dan orang dengan diabetes melitus,” jelasnya.
Sadariah menambahkan, semakin banyak terduga TBC yang berhasil ditemukan melalui skrining, semakin cepat pula proses diagnosis dan penanganannya dapat dilakukan. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan positif TBC, pasien dapat segera mendapatkan pengobatan sesuai prosedur.
“Dengan terjaringnya terduga TBC sebanyak mungkin, kita dapat mengetahui diagnosisnya. Jika positif, bisa segera diobati sehingga mata rantai penularan TBC dapat diputus,” katanya.
Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Terima kasih kepada Dinas Kesehatan Aceh Utara yang telah menghadirkan program ini kepada warga. Semoga penyebaran penyakit menular seperti TBC dapat terputus demi mewujudkan masyarakat Aceh Utara yang sehat,” pungkasnya.




Komentar