Realisasi Investasi Lhokseumawe Peringkat Kedua di Aceh

Realisasi Investasi Lhokseumawe Peringkat Kedua di Aceh
Data realisasi investasi di Aceh. Sumber: DPMPTSP Aceh.

KOALISI.co – Pemerintah Kota Lhokseumawe mencatat capaian positif di sektor investasi sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Kota Lhokseumawe menempati peringkat kedua realisasi investasi di Aceh sebesar Rp.1.035.742.608.366 Triliun.

Kepala DPMPTSP dan Naker Kota Lhokseumawe, Safriadi menyampaikan bahwa peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Kota Lhokseumawe.

Baca Juga: Angka Pengangguran Lhokseumawe Tertinggi di Aceh

“Terutama sejak kepemimpinan Wali Kota, Sayuti Abubakar,” kata Safriadi dalam keterangan tertulis kepada KOALISI.co, Jumat (2/4/2026).

Menurutnya hal tersebut terjadi karena semakin kondusifnya iklim usaha, kemudahan perizinan, serta adanya kepastian dalam pelayanan kepada investor.

“Realisasi investasi Kota Lhokseumawe pada tahun 2025 berhasil menempati peringkat kedua tertinggi di Aceh,” ujar Safriadi.

Baca Juga: Angka Pengangguran Lhokseumawe Tertinggi di Aceh

Meski demikian, Safriadi menegaskan bahwa masuknya investasi tidak serta-merta langsung menurunkan angka pengangguran secara signifikan dalam waktu singkat.

Ia menjelaskan bahwa investasi pada umumnya melalui beberapa tahapan, mulai dari perencanaan, konstruksi, hingga operasional, sehingga dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja berlangsung secara bertahap.

“Dampak investasi terhadap penyerapan tenaga kerja bersifat bertahap,” jelasnya.

Baca Juga: Fauzi Jabat Kasi Intel Kejari Lhokseumawe

Ke depan, Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui DPMPTSP & Naker berkomitmen untuk terus memperkuat kepercayaan investor sekaligus memastikan investasi yang masuk dapat lebih cepat bertransformasi menjadi lapangan kerja nyata bagi masyarakat.

“Pemerintah juga fokus meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industry,” pungkas Safriadi.

Komentar

Loading...