Seladang Kafe Bener Meriah, Wisata Ngopi di Kebun Kopi Gayo Kembali Diminati

KOALISI.co – Kabut tipis masih menggantung di antara barisan pohon kopi ketika langkah pertama menapaki seladang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Aroma kopi yang samar berpadu dengan udara dingin khas dataran tinggi, menciptakan suasana yang tidak hanya menenangkan, tetapi juga membangkitkan kerinduan bagi para penikmat kopi dan wisata alam.
Di balik hamparan kebun kopi yang luas, seladang kafe kembali menunjukkan denyut kehidupannya. Tempat ini bukan sekadar kebun atau objek wisata biasa, melainkan ruang berkumpul yang menyatu dengan alam. Pengunjung datang tidak hanya untuk menikmati keindahan lanskap hijau, tetapi juga untuk merasakan pengalaman unik menikmati kopi langsung dari sumbernya, yakni kebun kopi Gayo yang terkenal hingga mancanegara.
Seladang kafe tersebar di beberapa titik di Bener Meriah, seperti Kecamatan Bukit dan Wih Pesam. Lokasinya dapat dijangkau sekitar 15 hingga 30 menit dari pusat Kota Redelong. Perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari pengalaman tersendiri, di mana pengunjung akan melewati jalan berkelok mengikuti kontur perbukitan, ditemani pemandangan alam yang masih asri.
Baca Juga: Pesona Agrowisata Kopi Gayo di Aceh Tengah, Surga Healing di Dataran Tinggi dengan Aroma Mendunia
Setibanya di lokasi, suasana tenang langsung terasa. Hamparan kebun kopi yang membentang luas memberikan ruang bagi pengunjung untuk beristirahat dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari. Seladang kafe menghadirkan konsep sederhana namun bermakna, di mana alam menjadi elemen utama yang tidak terpisahkan dari pengalaman berkunjung.
Sebelumnya, keberadaan seladang kafe sempat terdampak oleh bencana banjir yang melanda wilayah Bener Meriah pada tahun lalu. Aktivitas sempat terhenti, dan beberapa fasilitas mengalami kerusakan. Namun, semangat masyarakat untuk bangkit tidak surut. Perlahan namun pasti, seladang kafe kembali beroperasi dan mulai ramai dikunjungi.
Kebangkitan seladang kafe tidak hanya menjadi kabar baik bagi sektor pariwisata, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal. Kehadiran wisatawan membuka peluang usaha, mulai dari penyediaan minuman dan makanan hingga jasa pendukung lainnya.

Duta Wisata Kabupaten Bener Meriah, Rita Mistia, menyampaikan bahwa seladang kafe memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan berbasis alam dan kopi. Menurutnya, konsep yang ditawarkan sangat relevan dengan tren wisata saat ini yang mengedepankan pengalaman autentik.
“Seladang kafe ini bukan hanya tempat untuk menikmati kopi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang berbeda. Pengunjung bisa merasakan langsung suasana kebun kopi Gayo yang menjadi kebanggaan daerah kami,” ujar Rita Mistia, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan bahwa kebangkitan seladang kafe menjadi simbol semangat masyarakat Bener Meriah dalam memulihkan sektor pariwisata pascabencana. “Setelah sempat terdampak banjir, kini seladang kafe kembali hidup. Ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki semangat yang kuat untuk bangkit dan terus berkembang,” jelasnya.
Baca Juga: Jelajah Kuliner Aceh Tengah: Harmoni Rasa Masam Jeng Hingga Kopi Gayo yang Mendunia
Di seladang kafe, berbagai pilihan minuman dan makanan tersedia untuk dinikmati. Namun, kopi Gayo tetap menjadi primadona yang paling dicari oleh pengunjung. Disajikan langsung di tengah kebun, secangkir kopi menghadirkan sensasi yang berbeda dibandingkan menikmatinya di tempat lain.
Suasana yang sejuk, suara angin yang berhembus di antara pepohonan, serta pemandangan hijau yang menyejukkan mata menjadikan setiap tegukan kopi terasa lebih bermakna. Pengunjung tidak hanya menikmati rasa, tetapi juga merasakan kedekatan dengan alam yang jarang ditemukan di perkotaan.
Lebih dari sekadar tempat bersantai, seladang kafe juga menjadi ruang refleksi. Banyak pengunjung yang datang untuk melepas penat, mencari ketenangan, atau sekadar menikmati waktu bersama keluarga dan teman. Konsep ini menjadikan seladang kafe sebagai destinasi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan pengalaman emosional.

Rita Mistia juga menilai bahwa keberadaan seladang kafe dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke dataran tinggi Gayo. “Kami berharap seladang kafe bisa terus berkembang dan menjadi salah satu ikon wisata Bener Meriah. Ini adalah perpaduan antara keindahan alam dan kekayaan kopi yang kami miliki,” ujarnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kebun kopi. Menurutnya, keberlanjutan wisata sangat bergantung pada kesadaran semua pihak dalam merawat alam.
“Wisata berbasis alam seperti ini harus dijaga bersama. Dengan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, kita bisa memastikan bahwa seladang kafe tetap menjadi tempat yang nyaman dan menarik untuk dikunjungi,” tambahnya.
Baca Juga: Perkebunan Cabai Gayo di Aceh Tengah Jadi Penopang Stabilitas Harga dan Penyelamat Inflasi
Seiring dengan meningkatnya minat wisatawan terhadap konsep wisata alam dan kopi, seladang kafe memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Dukungan dari pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan destinasi ini.
Kehadiran seladang kafe di Bener Meriah menjadi bukti bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi daya tarik wisata yang bernilai tinggi. Dengan memadukan keindahan alam, budaya kopi, dan keramahan masyarakat, tempat ini mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap pengunjung.
Pada akhirnya, kembali ke seladang bukan sekadar perjalanan wisata biasa. Ini adalah perjalanan untuk merasakan kembali kesederhanaan, menikmati keheningan, dan menemukan makna di balik secangkir kopi. Di tengah dinginnya udara dataran tinggi Gayo, seladang kafe menjadi tempat di mana rindu akan suasana alam dan kopi berkualitas akhirnya terobati.




Komentar