BAKTI Komdigi dan Yayasan Cemerlang Indonesiaku Latih Puluhan Guru di Aceh

KOALISI.co - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Yayasan Cemerlang Indonesiaku menggelar pelatihan penguatan kompetensi digital bagi guru untuk mendukung pemulihan pendidikan pascabencana di Aceh.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara pada 15–20 Juni 2026.
Ketua Yayasan Cemerlang Indonesiaku, Adnan Pandu Praja, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di wilayah terdampak banjir.

"Sebanyak 49 pendidik dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung selama hampir tiga minggu. Kegiatan meliputi pelatihan tatap muka, pembelajaran daring, pendampingan implementasi, hingga kompetisi inovasi pembelajaran," kata Adnan dalam keterangan tertulis yang diterima KOALISI.co, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Wamenkomdigi Dorong Radio Daerah Beradaptasi di Era Digital
Dikatakan Adnan, peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, RA, MI/MIS, MTs, SMP, SMA, hingga SMK.
Selain guru, program tersebut juga melibatkan kepala sekolah, tenaga kependidikan, komunitas pendidikan, serta perwakilan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan berkelanjutan.
Selama pelaksanaan program, peserta memperoleh penguatan kompetensi di berbagai bidang yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

Materi yang diberikan meliputi strategi pembelajaran aktif (Teaching Mastery dan Active Learning), pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pengembangan media pembelajaran digital, analisis data pendidikan, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas layanan publik di lingkungan pendidikan.
"Seluruh materi disusun dengan pendekatan yang menekankan praktik langsung sehingga peserta dapat segera mengimplementasikannya di sekolah masing-masing," ujar Adnan.
Baca Juga: Gandeng CFLI, Yayasan Geutanyoe Bantu Kelompok Rentan di Aceh Utara
Salah satu capaian program tersebut adalah lahirnya berbagai produk pembelajaran berbasis teknologi yang dikembangkan langsung oleh para peserta.
Pada tahap implementasi, guru dibagi ke dalam 10 kelompok untuk merancang video pembelajaran yang memanfaatkan teknologi AI sebagai media pembelajaran inovatif.
Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil karyanya di hadapan dewan juri sebagai bagian dari proses evaluasi sekaligus berbagi praktik baik yang dapat direplikasi oleh sekolah lain.
Baca Juga: YDSF Gelar Pelatihan bagi Lima Dayah di Aceh
Program ini mengusung konsep "Meaningful Connectivity for Education Recovery", yakni pendekatan yang memanfaatkan konektivitas digital sebagai penggerak utama pemulihan pendidikan.
Melalui konsep tersebut, teknologi tidak hanya diposisikan sebagai perangkat pendukung, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi guru, memperkuat karakter peserta didik, memperluas akses pembelajaran, serta membangun kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

Adnan menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan sangat bergantung pada kemampuan guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Pemulihan pendidikan pascabencana tidak berhenti pada pemulihan ruang kelas. Yang lebih penting adalah memastikan guru memiliki kompetensi yang mampu menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21. Ketika guru menguasai teknologi digital dan mampu memanfaatkannya secara tepat, mereka dapat menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan relevan bagi peserta didik," ujarnya.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen BAKTI Komdigi dalam mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur digital yang telah dibangun di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga kini, BAKTI Komdigi telah menghadirkan akses internet di puluhan ribu titik layanan publik sebagai fondasi pemerataan transformasi digital nasional.
Baca Juga: PERGUNU Lhokseumawe Dukung Muhsin sebagai Plh Kadisdik Dayah Aceh
Penguatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan semacam ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur tersebut sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam program ini diharapkan menjadi model pengembangan kapasitas yang dapat direplikasi di berbagai daerah, terutama di wilayah yang sedang melakukan pemulihan pendidikan pascabencana.
Melalui peningkatan kompetensi pendidik, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan jejaring kolaborasi, proses pemulihan pendidikan diharapkan berlangsung lebih cepat serta mampu mewujudkan sistem pembelajaran yang tangguh dan berkelanjutan.
Tentang BAKTI Komdigi
BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) merupakan Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang bertugas memperluas akses telekomunikasi dan internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta mendukung percepatan transformasi digital nasional.
Tentang Yayasan Cemerlang Indonesiaku
Yayasan Cemerlang Indonesiaku merupakan organisasi yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pendidikan, transformasi digital, dan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, serta inovasi sosial yang berkelanjutan.




Komentar