Benteng Sultan Iskandar Muda, Jejak Kejayaan Kerajaan Aceh yang Wajib Dikunjungi Wisatawan

Benteng Sultan Iskandar Muda di Desa Beurandeh, Kabupaten Aceh Besar, menjadi salah satu situs bersejarah peninggalan Kesultanan Aceh yang masih berdiri hingga kini. Foto: HO/For.KOALISI.co.

KOALISI.co - Bukan hanya keindahan alam dan wisata baharinya yang terkenal di Aceh, tetapi juga menyimpan warisan sejarah yang begitu kaya. Salah satu destinasi yang layak masuk dalam daftar kunjungan wisatawan adalah Benteng Sultan Iskandar Muda di Kabupaten Aceh Besar. Situs bersejarah ini menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Aceh yang pernah menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka sekaligus menawarkan pengalaman wisata edukasi yang sarat nilai sejarah.

Provinsi Aceh memiliki lebih dari seribu situs dan artefak sejarah yang tersebar di berbagai daerah. Sebagian besar merupakan peninggalan Kesultanan Aceh yang pernah mencapai masa kejayaan pada abad ke-16 hingga ke-17. Meski tidak seluruhnya masih utuh, banyak situs bersejarah yang tetap berdiri kokoh dan dirawat sebagai bagian dari warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh.

Kesultanan Aceh merupakan salah satu kerajaan Islam terbesar di Nusantara yang didirikan Sultan Ali Mughayat Syah pada abad ke-15. Berpusat di wilayah yang kini menjadi Kota Banda Aceh, kerajaan ini berkembang pesat berkat letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional. Aktivitas perdagangan yang ramai menjadikan Aceh sebagai pusat ekonomi, dakwah Islam, sekaligus kekuatan maritim yang disegani di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Masjid Rahmatullah dan Pantai Lampuuk, Wisata Penuh Makna di Aceh Besar

Puncak kejayaan Kesultanan Aceh berlangsung pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda antara tahun 1607 hingga 1636. Di bawah kepemimpinannya, wilayah kekuasaan Aceh meluas hingga ke berbagai daerah di Sumatra dan Semenanjung Malaya. Namun, setelah bertahan selama berabad-abad, kejayaan kerajaan perlahan memudar hingga akhirnya berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda.

Salah satu peninggalan penting dari masa kejayaan tersebut adalah Benteng Sultan Iskandar Muda yang berada di Desa Beurandeh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Lokasinya sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh dan hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Pelabuhan Malahayati, sehingga mudah dijangkau wisatawan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Benteng ini diperkirakan dibangun pada abad ke-16 sebagai bagian dari sistem pertahanan Kesultanan Aceh. Letaknya yang berada di kawasan Krueng Raya dipilih karena memiliki posisi strategis untuk mengawasi lalu lintas kapal yang masuk dari Selat Malaka. Dari kawasan ini, pasukan Kesultanan Aceh dapat memantau sekaligus mempertahankan wilayah dari ancaman armada Portugis maupun Belanda yang pada masa itu berusaha menguasai jalur perdagangan.

Baca Juga: Pesona Pemandian Air Panas Ie Seuum, Wisata Alam Favorit di Aceh Besar yang Wajib Dikunjungi

Secara arsitektur, Benteng Sultan Iskandar Muda memiliki bentuk segi empat dengan dinding yang dibangun menggunakan batu kali berwarna gelap. Material tersebut direkatkan menggunakan campuran lempung dan kapur, kemudian dilapisi plester yang terdiri atas pasir, tanah liat, dan material karbonat. Benteng ini memiliki beberapa lapisan pertahanan, dengan dinding luar yang lebih tinggi dibandingkan bagian dalam sebagai strategi pertahanan pada masanya.

Walaupun hanya menyisakan struktur utama, bentuk benteng masih terlihat jelas. Pengunjung masih dapat melihat bekas ruang-ruang pertahanan, susunan dinding batu, hingga bagian yang dahulu digunakan sebagai titik pengawasan. Keberadaan benteng yang berdampingan dengan permukiman warga juga memberikan pengalaman unik, karena wisatawan dapat menyaksikan bagaimana situs bersejarah tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat hingga sekarang.

Benteng Sultan Iskandar Muda juga menjadi salah satu destinasi dalam jalur wisata sejarah Aceh Lhee Sagoe yang menghubungkan berbagai peninggalan bersejarah di Banda Aceh dan Aceh Besar. Dengan mengunjungi benteng ini, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah situs sejarah lainnya dalam satu rute wisata yang menarik.

Baca Juga: Wisata Lhoong Aceh Besar, Surga Alam dengan Pantai Eksotis dan Pemandian Sejuk yang Wajib Dikunjungi

Saat ini benteng telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Meski fasilitas wisata di kawasan tersebut masih sederhana, suasana alami dan nilai sejarah yang dimiliki justru menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat menikmati suasana tenang sambil membayangkan bagaimana kawasan ini pernah menjadi benteng pertahanan penting Kesultanan Aceh.

Benteng Sultan Iskandar Muda juga sempat terdampak tsunami pada 26 Desember 2004. Beruntung, kerusakan yang dialami tidak terlalu parah sehingga pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Besar melakukan pemugaran untuk menjaga kelestarian situs bersejarah tersebut.

Agam Duta Wisata Aceh Besar, Naufal, mengajak wisatawan untuk menyempatkan diri mengunjungi Benteng Sultan Iskandar Muda saat berada di Aceh Besar.

Benteng Sultan Iskandar Muda menjadi salah satu cagar budaya di Aceh Besar yang menawarkan wisata edukasi sejarah bagi masyarakat dan wisatawan. Foto: HO/For.KOALISI.co.

"Destinasi ini bukan hanya menyimpan sisa kejayaan Kesultanan Aceh, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang sistem pertahanan kerajaan pada masa lalu. Pengunjung bisa belajar sejarah langsung dari situs aslinya," ujar Naufal, Sabtu (25/6/2026).

Menurutnya, benteng tersebut menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan objek wisata lainnya. Selain menikmati panorama kawasan pesisir Krueng Raya, wisatawan juga dapat memahami perjalanan panjang Kesultanan Aceh yang pernah menjadi salah satu kerajaan Islam terbesar di Asia Tenggara.

Bagi pecinta sejarah, pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan mancanegara, Benteng Sultan Iskandar Muda menjadi destinasi yang layak dikunjungi. Setiap sudut bangunannya menyimpan kisah tentang kejayaan, perjuangan, dan warisan budaya yang terus dijaga hingga kini. Mengunjungi benteng ini bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga kesempatan mengenal lebih dekat identitas dan kebesaran sejarah Aceh.

Komentar

Loading...