Unimal Dukung Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Aceh Lewat FGD Bersama Satgas PRR

Suasana Focus Group Discussion Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh di Ruang Event Hall AAC USK, Banda Aceh, Jumat (24/7/2026). Unimal turut hadir mendukung upaya pemulihan wilayah terdampak bencana bersama pemangku kepentingan lain.

KOALISI.co – Universitas Malikussaleh (Unimal) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Aceh dengan menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Aceh yang berlangsung di Ruang Event Hall Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Jumat (24/7/2026).

FGD yang diinisiasi Pos Komando Wilayah Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana itu mempertemukan pemerintah pusat, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh. Forum tersebut juga membahas implementasi Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera 2026–2028.

Dalam kegiatan tersebut, Unimal diwakili Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Mukhlis, bersama Sekretaris Senat Universitas Malikussaleh, Dr. Teuku Kemal Fasya.

Sementara itu, FGD dibuka oleh Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Mirza Tabrani.

Baca juga: 852 Imam Desa di Aceh Utara Terima Motor Dinas, Bupati Ismail Jalil: Perkuat Pelayanan Keagamaan di Gampong

Selain dihadiri pimpinan dari 12 perguruan tinggi negeri dan swasta di Aceh, forum tersebut juga melibatkan perwakilan kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Satgas PRR. Diskusi menjadi wadah untuk menghimpun masukan akademisi dalam memperkuat program rehabilitasi dan rekonstruksi di 18 kabupaten/kota yang terdampak banjir di Aceh.

Ketua Pos Komando Wilayah Satgas PRR Pascabencana Alam Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Dr. Safrizal ZA, mengatakan forum tersebut menjadi langkah strategis menjelang operasional penuh Satgas PRR yang dijadwalkan dimulai pada 1 Agustus 2026.

"Kita menginginkan kerja yang dilakukan Posko PRR ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang terdampak di 18 kabupaten/kota di Aceh, dengan dukungan anggaran yang telah disetujui pemerintah," ujar Safrizal.

Baca juga: Menuju Rektor Baru, Senat Unimal Bentuk Panitia Pemilihan

Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yang memiliki kapasitas menghasilkan riset, inovasi, dan rekomendasi berbasis bukti untuk mendukung kebijakan yang tepat sasaran.

Dalam sesi diskusi, Sekretaris Senat Universitas Malikussaleh, Dr. Teuku Kemal Fasya, menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia menilai lembaga yang diberi mandat hingga 2028 harus mampu melihat akar penyebab bencana, bukan hanya menangani dampak yang muncul.

"Kita harus menjamin lembaga ini dapat bekerja secara akseleratif karena masa tugas tiga tahun bukanlah waktu yang panjang. Selain itu, seluruh proses harus dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel sehingga menghasilkan pemulihan yang berkelanjutan," katanya.

Baca juga: Dukung Kebangkitan Petani Pascabanjir, HIMAGRI Unimal Salurkan 2 Ton Pupuk Subsidi di Pulo Iboih

Teuku Kemal juga menegaskan bahwa perguruan tinggi siap berkontribusi melalui kajian ilmiah, pendampingan masyarakat, serta rekomendasi kebijakan guna meningkatkan efektivitas program rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.

FGD berlangsung secara interaktif dengan pemaparan perkembangan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi oleh Satgas PRR, dilanjutkan sesi diskusi bersama pimpinan perguruan tinggi serta perwakilan kementerian dan lembaga sebagai upaya memperkuat sinergi dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh.

Komentar

Loading...