DPKA Aceh Lestarikan Warisan Budaya Lewat Program Dino, Naskah Kuno Kini Bisa Diakses Secara Digital

Koleksi manuskrip kuno di DPKA Aceh.

KOALISI.co - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) terus melakukan berbagai inovasi untuk menjaga kelestarian warisan budaya daerah. Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah Program Digitalisasi Naskah Kuno (Dino), sebuah inisiatif yang menggabungkan upaya pelestarian manuskrip bersejarah dengan pemanfaatan teknologi digital agar nilai sejarah dan budaya Aceh tetap terjaga sepanjang waktu.

Melalui Program Dino, DPKA mulai mengalihmediakan berbagai naskah kuno peninggalan leluhur Aceh ke dalam format digital. Upaya ini dilakukan untuk melindungi manuskrip dari risiko kerusakan akibat usia maupun faktor lingkungan, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap koleksi bersejarah tanpa harus bersentuhan langsung dengan dokumen aslinya.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPKA Aceh, Syahrul, mengatakan transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak lagi dapat dihindari. Menurutnya, perpustakaan dan lembaga kearsipan harus mampu mengikuti perkembangan zaman agar pelayanan kepada masyarakat tetap efektif, mudah diakses, dan relevan.

Baca Juga: SiPAPI DPKA Permudah Pengurusan Surat Bebas Pustaka, Layanan Digital Cepat dan Transparan

"Di era modern ini, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan. Dunia bergerak begitu cepat dan teknologi menjadi poros utama dalam perubahan itu," ujar Syahrul, Selasa (4/5/2026).

Ia menjelaskan, melalui Bidang Deposit, Pengolahan, dan Pelestarian Bahan Pustaka, DPKA Aceh terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta mengembangkan berbagai inovasi untuk mendukung proses digitalisasi koleksi-koleksi bersejarah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan warisan intelektual Aceh sekaligus menghadirkan layanan perpustakaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga: DPKA Genjot Digitalisasi Arsip dan Pelestarian Bahasa Daerah untuk Perkuat Transparansi serta Identitas Budaya di Era Modern

Program Dino hadir sebagai solusi nyata untuk menjaga keberlangsungan naskah kuno yang selama ini menghadapi ancaman kerusakan akibat usia, kondisi lingkungan, maupun penanganan yang kurang tepat. Digitalisasi dilakukan dengan mengubah dokumen fisik yang ditulis di atas kertas tua, daun lontar, maupun media tradisional lainnya menjadi dokumen elektronik berkualitas tinggi.

"Tujuannya adalah mencegah kerusakan naskah asli akibat usia, faktor lingkungan, atau penanganan yang kurang tepat," kata Syahrul.

Membuka Akses Pengetahuan Lebih Luas

Lebih dari sekadar upaya pelestarian, digitalisasi juga membuka akses pengetahuan yang lebih luas bagi masyarakat. Jika sebelumnya naskah kuno hanya dapat dipelajari secara terbatas demi menjaga kondisi fisiknya, kini peneliti, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum dapat mengaksesnya melalui platform digital tanpa harus menyentuh dokumen asli.

Baca Juga: Pustaka Digital DPKA Memudahkan Akses Literasi Masyarakat Aceh

Melalui website dan aplikasi yang dikembangkan DPKA Aceh, berbagai manuskrip kuno dapat diakses kapan saja dan dari mana saja. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu memperkuat budaya literasi sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai sejarah, budaya, bahasa, dan peradaban Aceh.

"Digitalisasi naskah kuno dapat membantu memperkuat identitas budaya dan pemahaman tentang sejarah," lanjut Syahrul.

Pelajar mengunjungi ruang koleksi naskah kuno di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

Proses Digitalisasi Berstandar

Dalam pelaksanaannya, proses digitalisasi dilakukan melalui sejumlah tahapan yang terstandar. Tahap awal dimulai dengan menentukan naskah prioritas, terutama koleksi yang kondisinya rapuh atau berisiko mengalami kerusakan.

Selanjutnya, naskah dibersihkan dan menjalani proses konservasi sebelum dipindai menggunakan peralatan khusus atau kamera beresolusi tinggi. Hasil pemindaian kemudian diolah menjadi berbagai format digital, seperti JPEG, TIFF, dan PDF, sehingga mudah disimpan, diakses, maupun didistribusikan.

Seluruh data digital disimpan pada media penyimpanan yang aman sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kehilangan maupun kerusakan data sehingga koleksi tetap terjaga untuk jangka panjang.

Mendukung Pendidikan dan Pelestarian Budaya

Keberadaan koleksi digital memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi pelestarian budaya, tetapi juga untuk dunia pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Manuskrip kuno Aceh yang memuat nilai sejarah, keagamaan, sastra, hukum adat, hingga kebahasaan kini dapat dimanfaatkan sebagai referensi penting tanpa mengurangi keaslian naskah fisiknya.

Selain mengurangi risiko kerusakan akibat tingginya frekuensi penggunaan dokumen asli, digitalisasi juga membuka peluang pengembangan wisata budaya berbasis literasi dan sejarah. Koleksi digital tersebut dapat menjadi sarana edukasi sekaligus memperkenalkan kekayaan intelektual Aceh kepada masyarakat nasional maupun internasional.

Bagi DPKA Aceh, Program Dino bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan strategi jangka panjang untuk menjaga identitas budaya Aceh tetap hidup di tengah arus modernisasi. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda dalam mengenal, mempelajari, serta melestarikan warisan intelektual yang diwariskan para pendahulu.

"Digitalisasi naskah kuno merupakan solusi yang paling efektif untuk melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan di era serba digital ini," tutup Syahrul.

Komentar

Loading...