Ekonomi Aceh Tumbuh 4,82 Persen pada Triwulan II 2025, BI Gelar Meuseuraya Festival

Dari sisi sistem pembayaran, penggunaan QRIS di Aceh terus tumbuh positif. Hingga Juli 2025, jumlah pengguna QRIS mencapai 687.422 user dengan 218.396 merchant. Volume transaksi tercatat 2,3 juta kali dengan pertumbuhan 18,66 persen (yoy), meski secara nominal menurun menjadi Rp226 miliar atau terkontraksi 8,70 persen (yoy).
Di sektor perbankan, pembiayaan berdasarkan lokasi bank pada Juli 2025 mencapai Rp45,24 triliun atau tumbuh 9,61 persen (yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp45,62 triliun dengan pertumbuhan 1,30 persen (yoy).
"Aset perbankan Aceh tercatat Rp62,99 triliun atau naik 6,03 persen (yoy). Sementara itu, Financing to Deposit Ratio (FDR) mencapai 99,16 persen dan Net Non-Performing Financing (NPF) berada di level 2,08 persen," sebutnya.
Baca Juga: BI Aceh Bersinergi Dengan Alim Ulama Dalam Dakwah Ekonomi Syariah
Selain memaparkan perkembangan ekonomi, Bank Indonesia juga mengumumkan pelaksanaan Meuseuraya Festival 2025 pada 24–28 September 2025. Festival ini akan menghadirkan expo UMKM, workshop, seminar, pagelaran budaya, hingga business matching. Meuseuraya Festival diangkat dengan tema “Kolaborasi Meningkatkan Daya Saing Aceh melalui Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif, Digital, dan Berkelanjutan”.
Festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi insan kreatif Aceh dengan berbagai kegiatan, mulai dari pameran UMKM kuliner, kopi, cokelat, fesyen, kriya, hingga aroma terapi. Selain itu, terdapat kompetisi seni, olahraga, literasi keuangan syariah, dan rangkaian sosialisasi digitalisasi transaksi melalui QRIS.
"Meuseuraya Festival diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan keuangan syariah di Aceh, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan," tutupnya.




Komentar