Kerkhof Peucut di Banda Aceh, Wisata Sejarah yang Mengabadikan Jejak Perang Aceh

KOALISI.co - Di tengah perkembangan Kota Banda Aceh sebagai destinasi wisata religi dan sejarah, terdapat sebuah lokasi yang menyimpan kisah panjang perjuangan rakyat Aceh menghadapi kolonialisme. Tempat itu adalah Kerkhof Peucut, kompleks pemakaman tentara Belanda yang kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling unik di Aceh. Bukan sekadar area pemakaman, kawasan ini menghadirkan pelajaran berharga tentang perjalanan sejarah yang membentuk identitas Tanah Rencong hingga saat ini.
Terletak di Gampong Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kerkhof Peucut menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari destinasi lainnya di Banda Aceh. Saat melangkahkan kaki memasuki kawasan ini, pengunjung akan disambut suasana yang tenang dengan deretan pepohonan rindang yang menaungi ratusan batu nisan berwarna putih. Keheningan yang menyelimuti kompleks tersebut menghadirkan nuansa reflektif sekaligus mengajak wisatawan menyusuri lembaran sejarah Aceh pada masa kolonial.
Kerkhof Peucut dikenal sebagai kompleks pemakaman militer Belanda terbesar di luar wilayah Belanda. Di area seluas sekitar satu hektare ini dimakamkan ribuan tentara dan perwira Belanda yang gugur dalam Perang Aceh, konflik panjang antara Kesultanan Aceh dan pemerintah kolonial Belanda yang berlangsung sejak tahun 1873 hingga awal abad ke-20.
Baca Juga: Bustanussalatin Jadi Destinasi Wisata Favorit untuk Bersantai dan Menikmati Sejarah di Banda Aceh
Setiap batu nisan yang berjajar rapi masih memperlihatkan identitas para serdadu, mulai dari nama, pangkat, hingga tahun wafat. Bagi pencinta sejarah, keberadaan nisan-nisan tersebut menjadi bukti nyata betapa sengitnya peperangan yang pernah berlangsung di Aceh. Di sisi lain, kompleks ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan rakyat Aceh mempertahankan tanah airnya mendapat pengakuan sebagai salah satu perlawanan terpanjang terhadap kolonialisme di Nusantara.
Salah satu ikon utama di kawasan ini adalah Het Graf Monument, sebuah monumen berarsitektur khas Eropa yang berdiri megah di bagian depan kompleks. Bangunan bersejarah tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen sekaligus mengenal lebih dekat sejarah kolonial di Aceh.
Meski identik dengan peninggalan Belanda, Kerkhof Peucut bukanlah tempat untuk mengenang kejayaan kolonialisme. Sebaliknya, destinasi ini menjadi ruang edukasi yang membantu pengunjung memahami perjalanan sejarah Aceh dari sudut pandang yang lebih luas. Setiap sudut kawasan menghadirkan cerita tentang perjuangan, pengorbanan, dan keteguhan masyarakat Aceh dalam mempertahankan wilayahnya.
Baca Juga: Wisata Edukasi Tsunami, PLTD Apung Jadi Ikon Bersejarah Banda Aceh
Suasana kawasan yang teduh juga menjadikan Kerkhof Peucut nyaman untuk dikunjungi. Pepohonan besar yang tumbuh di sekitar kompleks menciptakan udara sejuk, sementara cahaya matahari yang menembus sela-sela dedaunan menghadirkan panorama yang menarik, terutama pada pagi dan sore hari. Tak heran jika lokasi ini juga menjadi salah satu tempat favorit bagi pecinta fotografi sejarah dan arsitektur klasik.
Selain wisatawan umum, Kerkhof Peucut kerap dikunjungi pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga wisatawan mancanegara yang ingin mempelajari sejarah Perang Aceh secara langsung. Berkunjung ke lokasi ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan hanya membaca sejarah melalui buku atau media digital.
Agam Duta Wisata Banda Aceh, Sagti Aprilian, mengatakan Kerkhof Peucut merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam sejarah Aceh.

Menurut Sagti, kompleks pemakaman peninggalan kolonial Belanda tersebut menyimpan banyak nilai edukasi yang dapat memberikan gambaran mengenai panjangnya perjuangan masyarakat Aceh dalam mempertahankan kedaulatannya.
"Melalui deretan makam dan monumen yang masih terawat, pengunjung dapat melihat langsung jejak peristiwa yang selama ini hanya dikenal melalui buku atau cerita sejarah," kata Sagti, Sabtu, (19/6/2026).
Ia menilai Kerkhof Peucut menawarkan pengalaman wisata sejarah yang berbeda dibandingkan destinasi lain di Banda Aceh. Menurutnya, tempat tersebut bukan sekadar kompleks pemakaman, tetapi juga ruang belajar terbuka yang memperlihatkan bagaimana Aceh pernah menjadi salah satu wilayah yang paling sulit ditaklukkan pada masa perang kolonial.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Aceh Lebih Dekat di Museum Aceh, Destinasi Edukasi Penuh Warisan Budaya
"Ketika datang ke Kerkhof Peucut, wisatawan tidak hanya melihat deretan makam. Mereka juga bisa memahami bagian penting dari sejarah Aceh dan melihat langsung bukti-bukti peninggalan yang masih ada sampai sekarang," ujarnya.
Sagti juga mengajak wisatawan, khususnya generasi muda, untuk meluangkan waktu mengunjungi Kerkhof Peucut agar semakin mengenal sejarah daerahnya sendiri. Menurutnya, memahami perjalanan masa lalu merupakan bagian penting dalam menjaga identitas dan warisan budaya Aceh.
Lokasi Kerkhof Peucut yang berada di pusat Kota Banda Aceh membuat destinasi ini mudah dijangkau. Dari Masjid Raya Baiturrahman, wisatawan hanya memerlukan waktu sekitar lima menit berkendara. Setelah berkunjung, perjalanan dapat dilanjutkan ke Museum Tsunami Aceh, Museum Aceh, Gunongan, maupun Taman Putroe Phang yang berada tidak jauh dari kawasan tersebut.
Baca Juga: Jejak Arsitektur Kolonial di Sabang, Warisan Sejarah yang Memperkaya Wisata Pulau Weh
Bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah yang sarat makna, Kerkhof Peucut menawarkan pengalaman yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga mengajak setiap pengunjung menghargai perjuangan dan perjalanan panjang Aceh hingga menjadi daerah yang damai seperti sekarang.




Komentar