Mahasiswa Sosiologi Unimal Salurkan Bantuan Kemanusiaan Para Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang

Rombongan Mahasiswa Sosiologi Unimal berangkat ke Aceh Tamiang salurkan bantuan kemanusiaan korban banjir bandang, pada Selasa (9/12/2025).

KOALISI.co — Mahasiswa Sosiologi Universitas Malikussaleh (UNIMAL) Salurkan Bantuan Kemanusiaan Ke Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang, pada Selasa (9/12/2025).

Bantuan korban Banjir Bandang itu berasal dari gerakan sosial Himpunan Mahasiswa Sosiologi Universitas Malikussaleh dan seluruh mahasiswa dengan menggelar aksi galang dana dan pengadaan posko yang dilakukan pada beberapa hari lalu.

Dari aksi tersebut donasi terkumpul sebanyak Rp. 14.100.000 yang juga sumbangsih civitas akademika sosiologi unimal.

Baca juga: Wujud Kepedulian, JMSI Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Pidie Jaya

Bantuan yang dibawa meliputi berbagai kebutuhan pokok, di antaranya pakaian layak pakai sebanyak 1 ton, 70 sak beras ukuran 5 kg, 70 dus air mineral, 5 dus minyak goreng (1 liter per botol), 50 kotak mi instan, 3 kotak roti kemasan, 10 galon air bersih, 5 kotak popok bayi, 2 kotak pembalut wanita, serta satu kotak obat-obatan berukuran sedang.

Sesampainya di lokasi, para mahasiswa tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga turun langsung ke rumah-rumah warga yang hancur untuk membantu membersihkan lumpur dan puing-puing sisa banjir.

Fitrah Ananda Pratama Koordinator Aksi mengatakan, kondisi memilukan yang mereka jumpai sepanjang perjalanan menuju Aceh Tamiang.

Baca juga: Status Tanggap Darurat Bencana di Aceh Diperpanjang Hingga Akhir Desember

“Sepanjang jalan terlihat barang-barang warga yang hanyut terbawa arus. Bau menyengat tercium akibat bangkai hewan dan jenazah manusia yang telah dievakuasi. Debu tebal menyelimuti jalanan. Banyak warga terpaksa tidur di pinggir jalan lintas karena mereka tak lagi memiliki tempat untuk berteduh,”.Ujar Fitrah Ananda.

Dikatakan Fitrah Ananda, bahwa dampak banjir bandang kali ini meninggalkan luka yang sangat dalam bagi masyarakat setempat. Tingginya lumpur dan tumpukan kayu besar yang terbawa arus menjadi bukti bahwa bencana ini merupakan salah satu yang terparah dalam sejarah Aceh Tamiang.

“Melihat warga berdiri di pinggir jalan meminta sedikit bantuan kepada pengendara yang melintas benar-benar membuat hati kami teriris,” tambah Fitrah.

Pada pukul 16.00 WIB, rombongan mahasiswa tiba di rumah salah satu rekan mereka dari jurusan Sosiologi. Kondisi rumah tersebut sangat memprihatinkan: atap dan tiangnya hilang tersapu banjir, hanya menyisakan pondasi.

Penyaluran bantuan dipusatkan di Kampung Tanjung Mancang, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, dan diserahkan langsung kepada Kepala Desa, Tengku Syaiful Bahri.

Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berdonasi, dan terima kasih kepada adik-adik Sosiologi yang sudah berjuang untuk kami. Semoga kebaikan kalian dibalas Allah SWT,” ujarnya.

Rombongan mahasiswa berharap Aceh Tamiang dapat segera bangkit dari musibah ini. Mereka juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan.

“Dari uluran tangan kita semua, Aceh Tamiang bisa tersenyum kembali,” Tutupnya.(*)

Komentar

Loading...