Masjid Putih Lhoksukon Jadi Ikon Baru Wisata Religi Aceh Utara yang Megah dan Modern

KOALISI.co - Suasana di Desa Ranto, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara mulai dipenuhi aktivitas para pengunjung yang datang silih berganti. Di kawasan ini berdiri megah Masjid HM Hanafiah atau yang populer dengan sebutan Masjid Putih Lhoksukon, sebuah ikon wisata religi baru yang kini menjadi perhatian masyarakat Aceh.
Bangunan bercat putih dengan sentuhan arsitektur khas Timur Tengah itu tampak mencuri perhatian sejak dari kejauhan. Tujuh kubah besar dan dua menara tinggi menjulang memperkuat kesan megah sekaligus elegan, menjadikan masjid ini sebagai landmark baru di kawasan Lhoksukon.
Saat azan asar berkumandang, atmosfer di sekitar masjid berubah menjadi lebih syahdu. Lantunan panggilan salat menggema hingga ke berbagai sudut kawasan, mengundang jemaah untuk datang menunaikan ibadah. Tidak hanya warga sekitar, para musafir dari luar daerah juga terlihat singgah di masjid ini. Sebagian datang untuk beribadah, sementara lainnya menikmati keindahan bangunan sambil mengabadikan momen di area pelataran yang luas dan tertata rapi.
Baca Juga: Canyonering di Air Terjun Blang Kolam Jadi Daya Tarik Baru Wisata Petualangan Aceh Utara
Masjid HM Hanafiah dibangun di atas lahan seluas 6.377 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 816 meter persegi. Rumah ibadah ini mampu menampung sekitar 880 jemaah dalam satu waktu. Sejak diresmikan pada 5 Maret 2024, bertepatan dengan haul pertama wafatnya H. Muhammad Hanafiah, pendiri PT Dunia Barusa, keberadaan masjid ini berkembang pesat menjadi simbol modernisasi wajah Kota Lhoksukon.
Keindahan masjid tidak hanya terlihat dari bagian luar bangunan. Saat memasuki ruang utama salat, pengunjung langsung disambut suasana yang nyaman dan elegan. Karpet krem membentang luas di seluruh ruangan, menghadirkan nuansa hangat bagi jemaah yang beribadah.
Di bagian tengah ruangan, lampu gantung berukuran besar mempertegas kesan mewah tanpa menghilangkan nuansa religius. Sementara pada area mihrab dan dinding utama, ornamen kaligrafi bernuansa emas tampil menawan dengan desain yang menyerupai pintu Ka’bah. Detail artistik tersebut menghadirkan pengalaman spiritual yang lebih mendalam bagi setiap pengunjung.

Selain desain yang memukau, fasilitas di Masjid HM Hanafiah juga tertata modern dan nyaman. Area wudhu bersih, petunjuk arah tersedia dengan jelas, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya dibuat untuk memberikan kenyamanan maksimal kepada jemaah.
Nursyifa Syawani, salah satu pengunjung, mengaku kagum dengan fasilitas yang tersedia di masjid tersebut. Menurutnya, kenyamanan yang diberikan membuat pengunjung merasa betah berlama-lama di dalam masjid.
“Suasana di dalam masjid sangat nyaman, pendingin ruangannya terasa sejuk, kamar mandinya juga bersih dan lengkap. Saya pribadi jarang menemukan fasilitas masjid seperti ini di Aceh,” ujarnya kepada KOALISI.co melalui Duta Wisata Kabupaten Aceh Utara, Muqsal Mina, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Dari Api dan Baja, Utoh Ishak Jaga Tradisi Pembuatan Rencong Aceh di Aceh Utara
Kebanggaan terhadap kehadiran masjid ini juga disampaikan Khalilullah, mahasiswa UIN yang menilai Masjid HM Hanafiah kini mulai menjadi simbol baru masyarakat Aceh Utara.
“Kalau Banda Aceh dikenal dengan Masjid Baiturrahman, Aceh Utara sekarang punya Masjid Hanafiah yang mulai menjadi kebanggaan daerah,” katanya.
Keberadaan para musafir yang rutin singgah semakin memperkuat posisi Masjid Putih Lhoksukon sebagai tempat persinggahan favorit di jalur lintas Aceh Utara. Banyak pengunjung memilih beristirahat sejenak setelah salat sambil menikmati suasana tenang dan keindahan arsitektur masjid.

Tidak hanya unggul dari sisi desain, Masjid HM Hanafiah juga menunjukkan perhatian besar terhadap aksesibilitas dan pelayanan inklusif. Pada Oktober lalu, masjid ini masuk nominasi Masjid Percontohan dan Ramah Tingkat Provinsi Aceh dalam kategori masjid ramah difabel dan lansia.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan rumah ibadah modern kini tidak hanya berorientasi pada estetika, tetapi juga kenyamanan seluruh lapisan masyarakat.
Berbagai fasilitas pendukung telah disediakan, mulai dari toilet khusus lansia dan penyandang disabilitas, jalur kursi roda dari area halaman menuju tempat wudhu dan teras masjid, hingga dua unit kursi roda bagi jemaah yang membutuhkan.
Baca Juga: Makam Sultanah Nahrasiyah di Aceh Utara, Warisan Sejarah Islam yang Memikat Asia Tenggara
Duta Wisata Kabupaten Aceh Utara, Muqsal Mina, menilai Masjid HM Hanafiah menjadi contoh perkembangan fasilitas publik modern di Aceh. Menurutnya, masjid ini bukan hanya unggul secara arsitektur, tetapi juga memberikan pelayanan yang nyaman dan inklusif bagi masyarakat.
“Masjid ini membuktikan bahwa rumah ibadah dapat dibangun dengan konsep modern, nyaman, dan tetap ramah untuk semua kalangan. Kehadirannya juga menjadi daya tarik wisata religi baru yang potensial bagi Aceh Utara,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan wisata religi memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata daerah. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga dapat menjadi ruang edukasi, refleksi, sekaligus destinasi wisata yang memperkenalkan nilai budaya dan religius masyarakat Aceh.
Kini, Masjid Putih Lhoksukon tidak hanya menjadi tempat menunaikan ibadah salat semata. Kehadirannya telah menjelma sebagai ikon baru Aceh Utara, destinasi wisata religi, tempat persinggahan para musafir, sekaligus simbol kemajuan pembangunan daerah.
Bagi siapa saja yang datang berkunjung, masjid ini menawarkan pengalaman yang lengkap. Tidak hanya menghadirkan suasana khusyuk untuk beribadah, tetapi juga ketenangan, kenyamanan, dan keindahan arsitektur yang berpadu harmonis dalam satu kawasan.




Komentar