In-Depth
Menanam Rumah di Ladang Bencana

“Saat ini untuk memenuhi kebutuhan berharap dari bantuan. Selebihnya saya kerja apa saja yang penting cukup untuk sehari-hari,” ujarnya.
Lahan yang dulu menjadi sumber penghidupan belum dapat dimanfaatkan kembali. Tanpa alat, modal, dan kepastian bantuan, pemulihan berjalan lambat.
Berbagai program seperti peremajaan sawit rakyat, pengembangan kakao, padat karya, dan relaksasi pembiayaan memang disebut tersedia. Namun implementasinya belum merata dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Sekda Aceh Dorong Percepatan Pemanfaatan Kayu Hanyutan Pascabanjir
Relaksasi kredit hanya berlangsung tiga bulan, sementara pemulihan sektor perkebunan membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Relokasi yang masih menggantung
Pemerintah menyatakan telah menyiapkan lahan relokasi, namun hingga kini prosesnya belum berjalan optimal.

Di Desa Pantee Kera, rencana relokasi ke wilayah yang lebih tinggi terhenti pada penetapan lokasi. Sementara itu, pembangunan huntara tetap dilakukan di lokasi lama yang rawan.
“Sempat ada pembahasan pindah ke tempat yang lebih tinggi, tetapi tidak ada kelanjutan dari pemerintah,” kata Kepala Desa Pantee Kera, Sabilah.
Kondisi ini menunjukkan kebijakan yang tidak sinkron, di mana relokasi belum jelas sementara pembangunan tetap berlangsung di wilayah berisiko.
Baca dihalaman selanjutnya >>>




Komentar