Minyak dan Gas Langka di Aceh Utara

Minyak dan Gas Langka di Aceh Utara
Ilustrasi kelangkaan BBM dan Gas Elpiji 3 kilogram.

KOALISI.co – Di tanah yang kaya akan minyak dan gas, seperti di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, miris rasanya jika masyarakatnya kesulitan untuk mendapatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas elpiji 3 kilogram.

Sepekan terakhir, marak masyarakat di media sosial seperti di sejumlah grup WhatsApp dan Facebook, terpantau mengeluh karena harus mengantre panjang di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di sepanjang jalan nasional Medan–Banda Aceh untuk mengisi BBM.

Khususnya di Aceh Utara dan umumnya di kabupaten/kota tetangga yaitu Aceh Timur, Lhokseumawe, dan Bireuen.

Baca Juga: Awasi Penyalahgunaan BBM, Polres Aceh Utara Sidak Sejumlah SPBU

Bukan hanya mengantre lama, yang lebih menyakitkan lagi, ada masyarakat yang saat tiba giliran untuk mengisi tangki kendaraannya, BBM sudah habis. Coba bayangkan.

Akibatnya, masyarakat terpaksa mengisi BBM di pedagang eceran dengan harga sedikit lebih mahal dan jumlah yang lebih sedikit, agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti bekerja, kuliah, mengantarkan anak sekolah, dan lain sebagainya.

Salah satu mahasiswa Pascasarjana Jurusan Sosiologi, Universitas Malikussaleh (Unimal), Muhammad Syauki, mengatakan hampir semua SPBU terdapat antrean panjang saat dirinya melakukan perjalanan dari Kota Lhokseumawe ke Lhoksukon, Aceh Utara.

Baca Juga: Gubernur Aceh: Penghapusan Barcode BBM untuk Menghindari Konflik di SPBU

“Hampir semua SPBU antre panjang, terutama solar,” katanya saat ditemui KOALISI.co, Sabtu (8/11/2025) siang.

Begitu halnya gas elpiji 3 kilogram yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu juga mengalami kelangkaan.

Pantauan di beberapa pangkalan gas yang ada di Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, menunjukkan gas sulit didapatkan bahkan ada yang tidak mendapat pasokan sama sekali.

“Hana le gas,” jawab seorang pemilik pangkalan gas, Pak Lek (nama samaran), sambil menggelengkan kepalanya. Artinya, tidak ada lagi gas.

Menurut penuturannya, kebutuhan gas masyarakat meningkat, sementara pasokan yang masuk semakin sedikit, apalagi di bulan Maulid ini.

Baca dihalaman selanjutnya>>>

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...