Terjadi Lagi, Oknum Guru Dayah Sodomi Santrinya di Aceh Besar

Terduga pelaku FB yang sedang di introgasi oleh penyidik. Foto: Humas Polda Aceh/For KOALISI.co

KOALISI.co - Pelaku pelecehan seksual (sodomi) berinisial FB (24) terhadap anak di bawah umur, dibekuk polisi di Lampeuneurut Ujong Blang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu, 18 Januari 2023.

Korban berjumlah lima orang, yaitu GB (12), AS (12), FD (12), HF (12), dan DF (12). Mereka merupakan santri di dayah MA di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Pelaku juga salah satu wali kelas di dayah tersebut.

Dirreskrimum Polda Aceh, Kombes Ade Harianto, menyampaikan, penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku berhasil diamankan kurang dari dua kali 24 jam.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Bawah Umur Cukup Tinggi di Banda Aceh

"Pelaku melakukan aksinya saat santri masih di masjid, selesai salat subuh. Korban dilarang ke masjid, sehingga saat sepi pelaku memulai aksi bejatnya, menyuruh korban dengan posisi tertentu dan pelaku mulai menyodomi," kata Kombes Ade Harianto.

Modus lainnya, saat menjelang shalat zuhur. Calon korban dilarang salat dan setelah santri lain di masjid, saat itulah pelaku melakukan aksinya, memaksa korban buka pakaian dan melancarkan aksi bejatnya dengan menyodomi korban.

Selain itu, lanjut Ade, waktu magrib saat santri lain di masjid, di situlah pelaku melakukan aksi serupa.

Baca Juga: Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual Anak Dibawah Umur di Bener Meriah

"Modus pelaku adalah saat waktu salat dan santri sedang di masjid. Korban rata-rata dilarang ke masjid untuk salat dengan santri lain," ujar Kombes Ade Harianto, Kamis, 19 Januari 2023.

Sementara itu, Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Aceh Kompol Musniar menambahkan, pelaku sodomi yang merupakan salah satu wali kelas di dayah MA tersebut sudah ditangkap kurang dari dua kali 24 jam.

"Pelaku sudah ditangkap. Saat ini, yang bersangkutan sudah ditahan di rutan Mapolda Aceh untuk menjalani proses hukum," kata Kompol Musniar.

Komentar

Loading...