Orang Tua Siswa di Cot Girek Keluhkan Menu MBG Tak Sesuai Standar, Beberapa Makanan Berjamur

Tangkapan layar keluhan orang tua siswa di Cot Girek Aceh Utara

KOALISI.co - Para orang tua siswa di Desa Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara mengajukan keluhan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan selama bulan Ramadhan. Keluhan tersebut menyangkut menu yang dinilai tidak memenuhi kriteria standar gizi serta kondisi makanan yang tidak layak konsumsi.

Program MBG saat ini didistribusikan dua kali dalam seminggu untuk mencukupi kebutuhan tiga hari masa aktif belajar siswa. Namun, sepekan terakhir, para orang tua mengaku menu yang disajikan cenderung sama dan kurang bervariasi.

Dalam satu porsi MBG yang diberikan, terdiri dari satu biji buah salak, satu buah jeruk, kue kering, kacang-kacangan, satu butir telur ayam rebus, hingga tiga biji kurma. Hal ini disampaikan pengguna akun Facebook @Retno Sari dalam unggahannya pada Senin (02/03/2026).

Baca juga: Ribuan Anak Jadi Sasaran Program MBG, Tapi Kenapa Masih Ada Keracunan?

"Mbg untuk tiga hari, dari hari pertama dibagi di bulan puasa sampek ini pembagian yang ke tiga kali nya, menu nya itu-itu saja," ucapnya yang dikutip KOALISI.co.

Retno juga menegaskan bahwa keluhan yang diajukan bukan tanpa dasar. "Bukan gak bersyukur… Konsep bersyukur itu kalau kita dapet nasi bungkus, takjil buka puasa, atau nasi dari hajatan tetangga. Lah kalau MBG ini uang dari PAJAK kita!!! Jadi boleh donk kita kasih kritik dan saran," tambahnya.

Selain masalah variasi menu, muncul juga keluhan terkait kondisi makanan yang diterima. Winda Sari, orang tua siswa SD Negeri 9 Cot Girek Sukajadi, mengaku makanan jenis kue yang diterima anaknya dalam kondisi berjamur dan tidak layak dikonsumsi.

Baca juga: Remaja Yatim Piatu di Aceh Utara Penderita Diabetes, Desa Cot Girek Beri Bantuan Swadaya

"MBG pada hari ini di SD 9 Cot Girek Sukajadi bukan malah tambah gizi untuk anak tapi malah menjadi penyakit," tutup Winda.

Polemik ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, padahal dapur umum yang menangani penyediaan makanan untuk program ini baru beroperasi selama dua pekan.

Komentar

Loading...