Petani Kopi di Bener Meriah Ditemukan Meninggal di Kebun, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

KOALISI.co – Seorang petani kopi di Kabupaten Bener Meriah ditemukan meninggal dunia di area perkebunan miliknya di Kampung Weh Resap, Kecamatan Mesidah, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun indikasi tindak pidana.
Korban diketahui bernama Nasrudin (47), warga Kampung Rembele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.
Kapolsek Mesidah, Iptu Kemat, menjelaskan penemuan korban berawal dari informasi yang diterima saksi Sunardi alias Icon. Ia kemudian menghubungi saksi Fajri dan mengabarkan bahwa korban sudah lima hari tidak pulang ke rumah setelah berpamitan pergi ke kebun pada Minggu sebelumnya.
Baca Juga: Gerak Cepat Polres Bener Meriah, Dua Motor Balap Liar Diamankan Usai Laporan Warga
Mendapat informasi tersebut, Fajri langsung menuju kebun milik korban untuk melakukan pencarian. Setibanya di lokasi, korban ditemukan tergeletak di bawah pohon kopi dalam kondisi telah meninggal dunia dengan jasad yang sudah membengkak.
"Setelah menemukan korban, saksi segera menghubungi pihak keluarga. Selanjutnya keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mesidah," kata Iptu Kemat.
Menerima laporan itu, sekitar pukul 14.00 WIB, Kapolsek Mesidah bersama Kanit Reskrim dan personel piket langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan TKP sembari menunggu kedatangan Tim Identifikasi Polres Bener Meriah.
Baca Juga: Polres Bener Meriah Selidiki Pembuangan Puing Bekas Kebakaran di Tepi Sungai
Sekitar pukul 17.00 WIB, Tim Identifikasi Polres Bener Meriah melakukan olah TKP. Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun kejanggalan di sekitar lokasi.
Petugas juga menemukan mesin pemotong rumput masih tersandang di punggung korban. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa korban sedang membersihkan rumput di kebun sebelum ditemukan meninggal dunia.
Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit lambung, asam urat, dan hipertensi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diduga penyakit yang diderita korban kambuh saat sedang bekerja membabat rumput sehingga korban terjatuh dan meninggal dunia.
Setelah proses olah TKP selesai, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Mesidah menuju RSUD Muyang Kute Bener Meriah. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan visum et repertum maupun autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi penolakan visum.
Dalam penanganan peristiwa tersebut, Polsek Mesidah melakukan serangkaian langkah, mulai dari mengamankan lokasi kejadian, berkoordinasi dengan Basarnas dan TNI, menghubungi Puskesmas Mesidah, mengevakuasi korban, hingga mengantarkan jenazah ke rumah duka.
Kapolsek Mesidah Iptu Kemat menegaskan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
"Berdasarkan hasil olah TKP, tidak ditemukan indikasi adanya tindak pidana maupun tanda-tanda kekerasan terhadap korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya kambuh saat beraktivitas di kebun. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum terhadap jenazah," ujar Iptu Kemat.




Komentar