Srikandi PLN Bangkitkan Asa UMKM Perempuan Aceh Tamiang Pascabencana Lewat Bantuan Alat Listrik

Perwakilan Srikandi PLN UID Aceh secara simbolis menyerahkan bantuan peralatan operasional berbasis listrik kepada pelaku UMKM perempuan di Kampung Tanjung Keramat, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (13/10/2026).

KOALISI.co - Upaya memulihkan denyut nadi perekonomian pascabencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang terus bergulir. Melalui inisiatif Srikandi Movement, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyalurkan bantuan modal usaha dan peralatan operasional berbasis listrik bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan di Kampung Tanjung Keramat, Kuala Simpang, Selasa (13/10/2026).

Mengusung tema "Woman Support Woman UMKM Perempuan", program ini menjadi wujud nyata tanggung jawab sosial perseroan yang melampaui tugas utamanya dalam menjaga keandalan pasokan listrik.

General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menegaskan komitmen perseroan dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan yang kerap menjadi tulang punggung perekonomian keluarga.

Baca Juga: PLN UID Aceh dan UP3 Langsa Dampingi Gubernur Aceh Tinjau Huntara Karang Baru, Pastikan Dukungan Kelistrikan

"Kami menyadari perempuan memiliki peran krusial dalam menggerakkan ekonomi keluarga. Kehadiran PLN UID Aceh melalui bantuan ini adalah bentuk dukungan penuh agar para srikandi UMKM yang terdampak bencana bisa kembali bangkit, mandiri, dan berinovasi dalam menjalankan usahanya," ujar Eddi.

Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan oleh Camat Bandar Mulia, Datuk Penghulu Kampung Tanjung Keramat, serta perwakilan Dinas Koperindag setempat. Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum (KKU) PLN UID Aceh, Sigit Fanani, menyebutkan bahwa sasaran utama dari program ini adalah perempuan-perempuan tangguh penggerak ekonomi desa.

"Kehadiran kami di sini merupakan wujud nyata kepedulian PLN. Ini bukan sekadar bantuan materiil, melainkan simbol kolaborasi dan transfer energi dari kami, agar ibu-ibu di sini merasa tidak berjuang sendirian," jelas Sigit.

Baca Juga: Sinergi Lintas Sektor, Kementerian ESDM, Pemerintah Aceh dan PLN Aceh Kebut Target Elektrifikasi

Adapun penyaluran bantuan kali ini difokuskan kepada 15 perempuan penerima manfaat yang tergabung dalam dua kelompok UMKM di Kuala Simpang.

Pertama, UMKM Keripik Dondong (Siput) yang mempekerjakan 10 buruh perempuan. Usaha kelompok ini sempat mati suri setelah peralatan produksi mereka rusak diterjang banjir. Guna menghidupkan kembali operasional harian, Srikandi PLN menyerahkan suntikan modal beserta perabotan berbasis listrik seperti kulkas, dandang, kompor listrik, dan mikser.

Kedua, UMKM Produksi Donat beranggotakan lima pekerja perempuan. Kelompok ini menerima modal usaha dan peralatan pendukung produksi, mulai dari oven, mikser, alat masak, hingga kompor listrik.

Baca Juga: PLN Gerak Cepat Pulihkan Aliran Listrik di 6 Kecamatan Aceh Selatan Pulih Secara Bertahap

Selain mempercepat pemulihan ekonomi, penggunaan alat-alat tersebut sejalan dengan kampanye gaya hidup ramah lingkungan (electrifying lifestyle) dari PLN, yang mendorong proses produksi lebih bersih, praktis, dan efisien.

Ketua Srikandi PLN UID Aceh, Octi Dwina Putri, berharap bantuan ini menjadi katalis pemulihan ekonomi di level akar rumput. "Harapan terbesar kami, roda usaha para pelaku UMKM kembali berputar dan mempercepat kemandirian ekonomi, selaras dengan semangat 'Mandiri Bersama, Maju Tanpa Batas'," tuturnya.\

Di luar tanggung jawab sosial, PLN UID Aceh terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh penjuru Serambi Mekkah. Guna mempermudah akses layanan, masyarakat diajak untuk memaksimalkan aplikasi PLN Mobile. Melalui platform digital ini, pelanggan dapat menyelesaikan berbagai urusan kelistrikan—dari pembelian token, pembayaran tagihan, pelaporan gangguan, hingga pasang baru—secara cepat dalam satu genggaman tangan.

Komentar

Loading...