Banjir Bandang dan Longsor di Aceh Utara Rusak 383 Sekolah, Pemerintah Canangkan Kurikulum Darurat

Kondisi sekolah terdampak bencana banjir bandang di Kecamatan Langkahan.

KOALISI.co - Musibah banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Utara dalam dua pekan terakhir telah merusak sebanyak 383 unit sekolah. Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah mencanangkan penerapan kurikulum darurat bagi sekolah-sekolah yang terdampak, Minggu (21/12/2025).

Berdasarkan Rekapitulasi Laporan Sementara Bencana Banjir BPBD Aceh Utara, jumlah sekolah yang rusak terdiri dari berbagai tingkat kerusakan.

"Dari data tersebut klasifikasi rusak berat mencapai 271 sekolah, sedang 97 unit dan ringan 15 unit sekolah, kita akan terus update informasinya," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin kepada KOALISI.co, Minggu 21 Desember 2025.

Baca juga: Nestapa Banjir Bandang, Aceh Utara Juga Berduka, Kini Korban Hidup Dalam Ketidakpastian 

Menurutnya, aktivitas belajar mengajar di sekolah terdampak belum dapat dilaksanakan seperti biasa.

"Sedangkan sekolah yang tidak terdampak, aktivitas belajar mengajar berjalan normal bahkan sudah melaksanakan ujian semester ganjil serta memasuki masa liburan sekolah," jelasnya.

Baca juga: Kelompok Rentan Terdampak Banjir Bandang Aceh Utara Tercatat 16.748 Orang Jiwa

Data sementara yang dirilis pada (19/12) menunjukkan sebanyak 67.328 siswa terdampak bencana. "Kemudian yang mengungsi sebanyak 45.510 siswa dan para guru terdampak bencana yaitu 8.156 guru," katanya.

Sementara itu, Kasubag Keuangan dan Perlengkapan, Dahliana, mengungkapkan bahwa kurikulum darurat akan diterapkan pada semester genap mendatang. "Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda belajar darurat, paket baju sekolah siswa, dan alat tulis," tutupnya.(*)

Komentar

Loading...