Nestapa Banjir Bandang, Aceh Utara Juga Berduka, Kini Korban Hidup Dalam Ketidakpastian

KOALISI.co - Musibah Banjir Bandang Di Aceh Utara menjadi nestapa bagi para korban terdampak musibah banjir, ketidakpastian hidup sampai kapan bertahan dalam keadaan situasi genting.
Banjir Bandang yang menerjang Aceh Utara pada Rabu, (26/11) telah berlalu kondisi pemukiman penduduk sempat terendam banjir kini sudah surut dan akses menuju ke daerah-daerah kecamatan hingga perdesaan terdampak telah dapat ditempuh.
Namun pasca banjir kerusakan yang disebabkan banjir bandang itu sangat parah ribuan kubik gelondongan dan limbah kayu menghimpit dan menghancurkan pemukim warga dengan sekejap.
Baca juga: Ribuan Korban Banjir di Tanah Jambo Aye Aceh Utara Krisis Air Bersih
Aceh Utara masih berduka dan perlu waktu untuk bangkit seakan kejadian di kabupaten dengan 852 Desa dan 27 Kecamatan seakan luput dari pemberitaan dan perhatian publik.
Padahal Aceh Utara juga menjadi salah satu wilayah terparah di Aceh yang terdampak musibah banjir sama seperti wilayah Bener Meriah Aceh Tengah dan Aceh Tamiang yang terus menjadi sorotan publik di media sosial, portal berita bahkan pemberitaan kancah televisi.
Banyak influencer, para tokoh nasional dan pegiat sosial media berdatangan ke provinsi paling barat yaitu Aceh namun Aceh Utara seakan tidak terlihat keberadaan nya.
Baca juga: Wagub Aceh: Semua Bantuan Banjir Harus Segera Disalurkan, Jangan Ditahan di Gudang
Berdasarkan Rekapitulasi Laporan Sementara Data BPBD Aceh Utara pada Selasa, 16 Desember 2025. Jumlah korban bencana banjir terendam di Aceh Utara 124.544 Kepala Keluarga dengan 428.271 jiwa. Sedangkan korban mengungsi sebanyak 71.637 jiwa dan 18.858 Kepala keluarga.
Kerusakan rumah warga dilaporkan sebanyak 117.291 unit rumah terendam, 1219 rumah hilang, rumah rusak berat sebanyak 16.793 unit , 6.134 unit rusak sedang dan rusak ringan 15.126 unit rumah.
Sementara itu, Banjir juga merendam lahan pertanian sawah seluas 14.509 Ha dan tambak warga seluas 10.674 Ha. Data ini menjadi signal hilangnya mata pencaharian penduduk.
Baca juga: Update Dampak dan Kerusakan Banjir Bandang Langkahan, 2.930 Unit Rumah Rusak
Musibah ini juga menelan korban jiwa sebanyak 166 orang jiwa dan 6 orang jiwa dikabarkan hilang.
Pantauan media KOALISI.co, Selasa (16/12) Korban banjir di Aceh Utara krisis air bersih, hidup dalam gelap karena listrik padam, kehilangan rumah dan mata pencaharian kemudian kebanyakan korban mengungsi di tempat pengungsian.
Hingga kini, para korban musibah banjir bandang di Aceh Utara masih bertahan dalam kondisi genting di tengah ketidakpastian akan masa depan.(*)




Komentar